Wakil Walikota Pimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Kota Sungai Penuh


Pemerintah Kota Sungai Penuh melaksanakan rapat koordinasi dan evaluasi aksi konvergensi Tim percepatan penurunan stunting (TPPS) Sungai Penuh. Kegiatan ini dipimpin langsung Ketua TPPS Kota Sungai Penuh (Wakil Walikota Sungai Penuh), Dr. Alvia Santoni, SE, MM. dan dihadiri oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Kepala Dinas PP dan KB Kota Sungai Penuh, Kepala Dinas kesehatan, Perwakilan OPD dilingkungan Kota Sungai Penuh, Camat, Kepala Puskesmas dan PKB/PLKB se Kota Sungai Penuh. kegiatan ini berlangsung di ruang Aula Hotel Arafah. Kamis, 28/07/2022.

Dalam laporannya Kepala Dinas PP dan KB Kota Sungai Penuh, Zulfikri, MM menyampaikan tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan komitmen pemangku kepentingan dan stakeholder serta mensinergikan program dan kegiatan lintas sektor antar OPD. Disampaikan juga, untuk Kota Sungai Penuh sudah 55 orang Calon Pengantin (Calon PUS) yang sudah dilakukan pendampingan Tim Pendamping Keluarga (TPK). Selain itu, Dinas PP dan KB Kota Sungai Penuh akan melaksanakan minilokakarya tingkat kecamatan yang akan fokus membahas kasus stunting diwilayah masing-masing pada bulan Agustus. “Dalam hal ini, kami berterima kasih karena Bapak Wakil Walikota Selaku Ketua TPPS Kota Sungai Penuh bersedia turun langsung ke setiap kecamatan untuk melihat langsung kondisi di lapangan,”Lanjut Zulfikri.


Wakil Walikota Sungai Penuh, Alvia Santoni menyampaikan pada tahun 2021, berdasarkan data SSGBI Kemenkes terdapat 25% masyarakat di Kota Sungai Penuh terdampak keluarga stunting dan berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh 30 orang anak terdeteksi stunting. Untuk itu, lanjut Alvia, berdasarkan pendataan keluarga 2021, angka keluarga yang beresiko stunting (Calon Pengantin, Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Baduta) perlu diantisipasi dan harus dilaksanakan lintas sektor, tidak bisa oleh 1 atau 2 OPD saja tapi harus bersama sama kita memusatkan kegiatan. “Untuk itu calon pengantin menjadi fokus utama pencegahan stunting, peran Tim Pendampingan Keluarga (TPK) sangat penting untuk turun langsung melakukan pendampingan keluarga beresiko stunting,” tegas Alvia. Selain itu Alvia mengharapkan agar pendataan keluarga stunting dilakukan secara hati-hati dan valid.

Alvia berharap, dengan kondisi angka stunting di Kota Sungai Penuh, karena pada tahun 2021 mencapai 15% dan diharapkan bisa menjadi 15% pada tahun 2024, untuk itulah bagaimana kita menyusun perencanaan baik itu kegiatannya, penganggarannya kemudian pengawasan serta pengendalian agar semua kegiatan yang ada dapat tepat mengarah ke penurunan angka stunting. “Kami telah mengusulkan melalui APBD perubahan untuk percepatan penurunan stunting di Kota Sungai Penuh, mudah-mudahan bisa terealisasi,”Lanjut Alvia.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatangan perjanjian kerjasama (MoU) antara Dinas Kesehatan, Kantor Kementerian Agama dan Dinas PP dan KB Kota Sungai Penuh tentang pendampingan kepada Calon Pengantin dalam rangka pencegahan stunting. (rdj)