PPKS ANGSO DUO KENCANA GELAR WEBINAR “REMAJA JAMBI KEREN”

Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) Angso Duo Kencana Jambi, Sabtu, 20 November 2021 , menyelenggarakan Webinar bertajuk “Remaja Jambi Keren”. Kegiatan ini merupakan debut awal edukasi secara virtual. Tema ini diusung untuk menggandeng pihak sekolah yang akan menjadi mitra PPKS, dimana warga terbesarnya adalah remaja. Diharapkan ke depan Provinsi Jambi melahirkan para remaja yang keren, baik dalam hal pemikiran, gaya hidup, kreativitas, perencanaan dalam hidup, dan lain sebagainya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi yang dalam hal ini diwakili oleh Koordinator Bidang KS/PK, Dra. Sri Banun Saragih melalui sambutannya menyatakan bahwa, tidak hanya terkait remaja, PPKS sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Kepala BKKBN tentang Penyelenggaraan PPKS Nomor : 19 Tahun 2017 juga membuka pemberian akses informasi, pendidikan, penyuluhan, dan pelayanan tentang perawatan, pengasuhan dan perkembangan setiap siklus kehidupan, yang meliputi konsultasi dan konseling terkait keluarga remaja, keluarga balita dan anak, keluarga lansia dan lansia, keluarga harmonis, KB dan kespro, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Tema terkait remaja ini sengaja diangkat menjadi materi pertama, karena ini merupakan wujud nyata dari kerjasama PPKS dengan mitra sekolah. Saat ini, banyak sekali fenomena-fenomena kenakalan remaja dan perilaku menyimpang pada remaja saat sekarang ini, yang didukung oleh multi faktor yaitu pergaulan, media teknologi, dari dalam keluarga, atau bahkan dari lingkungan sekolah yang kurang kondisif.

Berbicara tentang kenakalan remaja, dalam paparannya, Ibu Verdiantika Annisa, S.Psi, Psikolog yang menjadi salah satu narasumber menyampaikan bahwa dalam rangka meminimalisir kenakalan atau perilaku berisiko atau perilaku menyimpang di kalangan remaja, setidaknya ada tiga upaya yang dapat dilakukan dalam rangka mencegah kenakalan remaja, yaitu melalui penguatan diri dari remaja itu sendiri.

“Dalam hal ini penting sekali untuk melakukan eksplorasi terhadap sesuatu yang membuatmu jadi berarti, kenali minat dan bakatmu, kejar nilai dan tujuan hidupmu, dengan siapa kamu bergaul, apa yang biasa kamu lakukan, apa yang kamu rasakan, apa dampaknya bagi dirimu selalu percaya diri, bahwa kamu mampu melewati segala tantangan ini dengan baik.” Ungkap Verdiantika Annisa.

Langkah selanjutnya adalah melalui penguatan keluarga, dalam hal ini, keluarga perlu melakukan internalisasi visi misi yang ingin dicapai bersama dalam keluarga. Anak juga harus tahu apa nilai keluarga yang dibangun, menyediakan cinta dalam penerimaan, dimana keluarga saling berbagi cinta dan apresiasi, membangun komunikasi dua arah, antara orang tua dan remaja, dan keluarga idealnya memiliki cara dalam menyelesaikan persoalan yang bersifat optimis dan saling memberi dukungan. Yang terakhir adalah melalui penguatan sekolah, diantaranya adalah eskplorasi metode pembelajaran yang menarik untuk remaja (digital natives), membangun komunikasi dua arah antara guru dan murid, memberi kesempatan murid menyampaikan pandangannya, mengenali dan fasilitasi murid untuk dapat mengeksplorasi minat dan bakatnya.

Jika dikaitkan dengan kacamata hukum, masyarakat khususnya kalangan remaja, kita hendaknya memahami bahwa setiap tindakan pasti ada resiko. Sebagai contoh, akhir-akhir ini, di Provinsi Jambi terjadi beberapa kasus yang sangat mengkhawatirkan terutama saat pandemic covid-19, yaitu maraknya genk motor, begal, dan lain sebagainya. Untuk itu, pada kesempatan ini pula PPKS mengundang Kepala Polresta Jambi, dalam hal ini diwakili oleh Kasatbinmas Polresta Jambi Ibu Mardonna Lamtio, S.Pd. Menurutnya remaja itu adalah aset bangsa yang akan meneruskan roda pemerintahan dan harus kita jaga. Oleh karenanya Binmas Polresta Jambi akan terus melaksanakan sosialisasi dan pengawasan terhadap pertumbuhan remaja, salah satunya melalui kegiatan seperti ini. Semakin banyaknya remaja yang memahami prinsip – prinsip negara hukum, remaja nantinya akan semakin paham, dan akan diterapkan ketika menjalankan hak dan kewajibannya sebagai warga negara, maka bisa dapat mencegah terjadinya tindak pidana kenakalan remaja.
Sebagai role model di kalangan remaja, Duta Genre Provinsi Jambi tahun 2021, Joses Waldi yang sekarang masih duduk di semester 5 Universitas Jambi, turut memberikan motivasi kepada para remaja yang menjadi peserta webinar. Joses mengatakan bahwa banyak orang yang sibuk, tapi tidak mendapatkan hasil apa-apa. Orang sibuk belum tentu produktif. Mahasiswa psikologi ini juga memberikan tips-tips untuk menjadi remaja produktif diantaranya yaitu memanfaatkan waktu luang seoptimal mungkin khususnya pada musim pandemic covid-19 ini mungkin salah satunya dengan ikut webinar sesuai dengan passion yang dimiliki dan selalu konsisten, namun yang paling penting adalah membuat skala prioritas sehingga apa yang sudah direncanakan bisa terealisasi dengan sempurna.

Di akhir acara, pelaksana sekaligus konselor PPKS Rofifah Nabilah, S.Psi, dan Erita Moranita M, S.Psi yang juga sekaligus menjadi moderator pada kegiatan ini, turut memberikan penjelasan SOP terkait dengan layanan PPKS baik, baik itu secara tatap muka, online, maupun mobile.

Berpijak dari suksesnya webinar pertama PPKS ini, maka ke depannya PPKS akan terus memberikan pelayanan edukasi dan promosi sekaligus memberikan pelayanan konsultasi dan konseling, baik itu melalui webinar-webinar yang tentunya dengan tema yang variatif, maupun mendatangi pihak-pihak yang telah menjalin kerjasama dengan PPKS yang tentunya dengan adanya kesepakatan waktu. (nov)