Persiapan Harganas ke-27 Tahun 2020 Kabupaten Tanjab Barat

(Senin, 08/06/2020) Aula kantor Dinas P3AP2KB Kabupaten Tanjab Barat dilaksanakan pembahasan persiapan Harganas ke-27 Kabupaten Tanjab Barat tahun 2020 lanjutan dari rapat sebelumnya pada tanggal 02 Juni 2020. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memastikan berapa persen persiapan untuk menghadapi pekan pelayanan KB dalam rangka Harganas (Hari Keluarga Nasional) ke -27 tahun 2020 di Kabupaten Tanjung Jabung Barat di masing masing Kecamatan. Peserta yang menghadari adalah Penyuluh Keluarga Berencana PNS maupun Non PNS se Kabupaten Tanjab Barat serta tamu undangan dari Dinas Kominfo dan Ketua IBI.

Proses pembahasan berjalan dengan lancar sesuai protokol kesehatan masa normal baru, dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas P3AP2KB Tanjab Barat, serta dipimpin oleh Sekretaris Dinas. Masing masing koordinator penyuluh KB kecamatan menyampaikan berapa jumlah sementara calon akseptor untuk pekan pelayanan KB dalam rangka Harganas ke- 27 di  wilayah binaan. Perlu dilakukan koordinasi dengan Pimpinan Puskesmas setempat untuk memastikan tenaga kesehatan yang akan melayani serta perlengkapan apa saja yang perlu disiapkan pada kegiatan pelayanan. Yang menjadi permasalahan adalah APD (alat pelindung diri) untuk tenaga kesehatan yang melayani masih belum memadai, untuk itu perlu juga koordinasi dengan tim gugus tugas cegah covid 19 di Kabupaten Tanjab Barat.

Rencana kegiatan Harganas ke-27 Tanjung Jabung Barat akan melaksanakan pekan pelayanan KB dari 22 hingga 27 Juni 2020 kepada masyarakat setempat. Sebelum dilakukan pelayanan akan diarahkan langsung oleh Bupati Tanjung Jabung Barat melalui aplikasi webcam yang secara teknis dipersiapkan oleh Dinas Kominfo nantinya dan diikuti 13 kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Setelah dibuka dan diarahkan oleh Bapak Bupati Tanjab Barat. Kemudian, dilaksanakan pelayanan KB MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) di Faskes (fasilitas kesehatan) di masing-masing kecamatan. Peserta pekan pelayanan KB rencananya adalah calon akseptor yang telah didata oleh Penyuluh KB setempat. Dikarenakan situasi masih masa pandemi covid 19 pesertanya pun dibatasi, setiap harinya maksimal peserta pelayanan KB berjumlah 10 orang, dan dipastikan calon akseptor adalah penduduk desa/kelurahan setempat dan tidak pernah melakukan perjalanan keluar daerah semasa covid-19. (rffs)