“MONEV MEKANISME OPERASIONAL LINI LAPANGAN RAKOR DESA: UPAYA BKKBN DALAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI DESA”


Jambi – Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi melalui Sub Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Bina Lini Lapangan untuk yang ketiga kalinya melakukan rangkaian Kegiatan Monev Mekanisme Operasional (Mekop) Lini Lapangan. Monev Mekop pertama pada tahun ini dilakukan di Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo (Rakor Camat), kemudian di Kecamatan Muko-Muko Kabupaten Bungo (Staff Meeting) dan pada bulan ini dilakukan Rakor Desa di Desa Koto tengah Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci (28/07/2022).

Kegiatan Rakor Desa ini dilakukan dalam rangka meningkatkan penyelenggaraan Mekanisme Operasional sebagai kegiatan sistematis yang bersifat koordinatif strategis untuk perencanaan, pengorganisasian dan evaluasi hasil capaian Program Banga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di tingkat desa/kelurahan yang dilakukan secara daring (online) melalui virtual meeting dan luring (offline) di Aula Kantor Desa dengan menghadirkan peserta dari OPD KB Kabupaten Kerinci, perangkat desa ( Kepala dan Sekretaris Desa) , Penyuluh KB, anggota TPK dan Direktorat Lini Lapangan BKKBN pusat. Herman Syahdi, Kabid Dalduk OPD KB Kabupaten Kerinci menyampaikan beberapa hal, antara lain bahwa penanganan stunting khususnya di Kabupaten Kerinci harus bekerjasama dan dibantu oleh lintas sektor terutama pemerintah desa. OPD KB Kabupaten Kerinci telah melaksanakan rapat dengan mengundang para Kades dalam rangka meningkatkan partisipasi desa dalam percepatan penurunan stunting dan agar pemerintah desa dapat mengalokasikan dana desa dengan mendorong adanya payung hukum yaitu Peraturan Bupati.

“Setiap desa sudah memiliki Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan OPD KB Kabupaen Kerinci sudah memberikan pembekalan kepada seluruh TPK, kami akan terus berupaya dengan berbagai cara untuk mendukung target penurunan stunting nasional sebesar 14% pada tahun 2024 dengan didukung oleh berbagai mitra lintas sektor., “ kata Herman.
Kepala Desa Koto Tengah, Bahder Johan menyampaikan dukungan pemerintah desa dalam percepatan penurunan stunting melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) melalui Posyandu. Desa Koto Tengah merupakan Desa Stunting, dimana pada tahun 2021 terdapat 4 balita stunting dan tahun 2022 berkurang menjadi 3 balita stunting. Pada tahun ini pemerintah Desa juga sudah menganggarkan untuk penambahan PMT untuk perbaikan gizi para balita. Pada kesempatan tersebut Bahder juga menyampaikan kendala yang dihadapi oleh Kader TPK dalam melakukan pendampingan yaitu jaringan internet di desa tersebut yang tidak stabil, selain itu tidak semua calon pengantin memiliki perangkat seluler berbasis android untuk mengakses Aplikasi Elsimil.


Di akhir kegiatan, terdapat beberapa hal yang menjadi catatan dari Ditlinlap BKKBN pusat yang turut memantau kegiatan Rakor Desa melalui virtual meeting, antara lain Kegiatan Monev Rakor Desa ini dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan mekanisme Operasional Lini Lapangan di provinsi dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan SOP yang ditentukan, teridentifikasinya masalah dan upaya pemecahan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting khususnya di Desa Koto Tengah dan diharapkan melalui kegiatan Rakor Desa ini, semua pihak dapat bersinergi dan bekerjasama untuk menjalin kemitraan khususnya bagi kegiatan-kegiatan yang mendukung Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Desa Koto Tengah. (CP)