Membangun Karakter Remaja

Berbagai permasalahan yang dihadapi remaja saat ini semakin kompleks seiring dengan kemajuan teknologi dan maraknya penggunaan media sosial. Angka fertilitas kelompok umur muda (ASFR 15-19) menunjukkan penurunan yang tidak signifikan dalam 5 tahun terakhir. Pernikahan diantara anak perempuan berusia 15 tahun adalah 3 persen. Hal tersebut menunjukkan bahwa risiko perkawinan usia anak meningkat pada remaja yang lebih tua. Selain itu berdasarkan data dari BNN tahun 2013 menunjukkan bahwa 22% dari 4 juta penduduk indonesia penyalahguna  narkoba remaja/mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa remaja sangat rentan untuk terjerumus dalam jurang Narkoba. Permasalahan lain yang menghinggapi pada remaja adalah remaja yang terpapar HIV/AIDS. Menurut data dari Badan Narkotika Nasional (BNN), sebanyak 2,2 juta remaja di 13 provinsi di Indonesia menjadi penyalahguna narkoba dan mengalami kenaikan hingga 24-28% di tahun 2019. Hal ini menjadi kehatian-hatian untuk kita karena dampak yang ditimbulkan dari penyalahgunaan narkoba sangatlah merugikan bagi kesehatan dan kualitas hidup, terutama bagi remaja yang akan menjadi generasi penerus bangsa..

Berdasarkan berbagai permasalahan yang dihadapi remaja diatas, maka pembangunan kualitas remaja dilakukan salah satunya melalui penanaman gerakan revolusi mental. Upaya menanamkan nilai-nilai revolusi mental bagi remaja indonesia karena Remaja sebagai aset dan harapan bangsa. Generasi muda tentunya memiliki peranan sangat penting bagi suatu bangsa. Karena dipundaknya lah nasib bangsa kedepannya digantungkan. Namun pada kenyataannya kondisi saat ini banyak remaja atau generasi muda yang jauh dari nilai pancasila dan tentunya jauh dari harapan para pendiri bangsa ini.  Ada dua poin penting yang dirasa cukup berperan dalam hal tersebut, yaitu; keluarga/orang tua dan lingkungan (baik di dalam maupun di luar sekolah).

Keluarga dinilai sebagai faktor yang paling dominan dalam meletakkan dasar bagi perkembangan moral/akhlaq, karena sebagai madrasah pertama bagi remaja. Namun pada kenytaannya banyak para orang tua yang kurang paham tentang perannya tersebut.  Para orang tua beranggapan bahwa pendidikan bagi anak-anaknya cukup pada rana sekolah saja dan hal yang jadi sorotan utama orang tua kepada anaknya hanyalah persoalan nilai akademik.

Lingkungan sekolah dianggap berperan penting dalam pembentukan moral siswa. Sekolah merupakan lingkungan pendidikan sekunder, yang secara secara sistematis melaksanakan bimbingan, pengajaran dan latihan dalam rangka membantu siswa supaya mampu mengembangkan potensinya, baik berkenaan dengan aspek moral, spiritual, intlektual, emosional, maupun sosial. Maka dari itu peran sekolah terbilang cukup besar ditambah lagi hampir sepertiga waktu siswa dihabiskan di sekolah. Upaya menanamkan nilai-nilai revolusi mentak bagi remaja indonesia dapat dilakukan melalui beberapa hal, antara lain Menanamkan Jiwa Nasional dalam diri remaja dan Remaja Indonesia menjadi remaja GenRe (Generasi Berencana)

Program GenRe yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja menjadi sarana yang penting bagi remaja sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pendididikan secara terencana; Berkarir dalam pekerjaan secara terencana; serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.

Pernahkah kamu bermimpi? Rasanya tidak mungkin bila ada orang yang tidak memiliki mimpi atau cita-cita berperan dalam menentukan masa depan kita nanti. Cita-cita memberikan banyak pengaruh positif bagi remaja yang kehidupannya masih “terbungkus” dalam deret mimpi dan cita-cita. Lalu pertanyaan selanjutnya yaitu Kenapa Remaja Harus Mempunyai Cita-Cita? Mungkin jawaban anda ada pada daftar dibawah ini :

1.Cita-cita adalah peta jalan hidup kita

2.Cita-cita adalah bukti kesungguhan dan rasa ingin maju.

3.Cita-cita adalah ajang evaluasi diri.

Masa depan adalah salah satu alasan yang mampu memotivasi seorang manusia untuk hidup. Sebab masa depan adalah tempat untuk setiap harapan, tujuan ataupun cita-cita seseorang. Oleh sebab itu, memiliki rencana yang matang akan masa depan adalah strategi yang sangat baik. Agar rencana Anda berjalan lebih matang dan tidak jauh dari keinginan atau impian, maka membuat rencana saat masih muda (remaja) akan banyak memberi manfaat. Salah satunya adalah Anda memiliki banyak kesempatan untuk melewati trial and error. Merasa tidak pengalaman membuat rencana di usia muda? Tidak perlu khawatir. Berikut ini adalah beberapa cara merencanakan masa depan sejak dini yang bisa Anda lakukan.

  1. Mengetahui Minat

Cobalah kenali diri sendiri untuk mengetaui apa yang diminati atau disenangi oleh remaja, termasuk jenis pekerjaannya. Ketika lulus sekolah menengah atas (SMA) dan merencanakan melanjutkan pendidikan ke pengguruan tinggi, maka hendaknya remaja harus mengetahui jurusan apa yang akan dimasuki. Alangkah baiknya memilih jurusan sesuai dengan minat dan  bakat, agar mudah meraih masa depan nantinya.

  1. Menentukan Tujuan

Tujuan juga harus dimiliki sejak awal. Dengan memiliki tujuan kamu hanya tinggal menjalankan proses tersebut dengan baik.

  1. Menyusun Rencana

Ketika sudah mengetahui minat dan menentukan tujuan, membuat “target”. Misalnya, lulus kuliah sebelum ulangtahun yang ke-22 tahun atau sudah memiliki penghasilan sendiri sebelum ulang tahun ke-25, dan lain sebagainya. Ada beberapa tips bagi remaja untuk merencanakan masa depan gemilang, yaitu Niat; Yakin dengan kemampuan diri sendiri; Pengembangan diri; Optimis; Belajar dari kegagalan; Berinvestasi; Disiplin; Menghargai orang lain; dan Mengelola waktu dengan baik.