Konsolidasi Bidang Adpin Program Bangga Kencana Tahun 2022

Bandung, Jawa Barat – Kedeputian Adpin ( Advokasi, Penggerakkan dan Informasi) BKKBN pada tanggal 14 sd 17 Juni 2022 menyelenggarakan Kegiatan Konsolidasi Bidang Adpin di Hotel Mercure, Bandung Jawa Barat. Deputi Bidang Adpin, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada Rencana Strategis (Renstra) BKKBN tahun 2020-2024, ditetapkan visi BKKBN yaitu “Terwujudnya Keluarga Berkualitas dan Pertumbuhan Penduduk yang Seimbang guna mendukung tercapainya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong-Royong”.
Dengan visi tersebut BKKBN berkomitmen mendukung visi misi Presiden RI yang tertuang dalam RPJMN 2019-2024. Adapun Sasaran Keluaran (Outcome) Kedeputian ADPIN adalah Meningkatnya cakupan dan kualitas advokasi KIE, jejaring kemitraan, kinerja petugas lini lapangan dan pengelolaan smart data dan informasi melalui teknologi.
Langkah-langkah strategis percepatan penyelenggaraan Program Bangga Kencana ini harus segera dimulai sejak dini. Oleh karena itu, diperlukan sinergitas, integrasi dan akselerasi serta komitmen para pemangku kebijakan dan mitra kerja dalam peningkatan penggerakan Program Bangga Kencana di seluruh tingkatan wilayah.
Dalam mencapai tujuan yang dimaksud, Kedeputian ADPIN memerlukan koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kebijakan/stakeholder dan mitra kerja lainnya termasuk strategi pelaksanaan Program Bangga Kencana Tahun 2022 harus disusun dan dikembangkan dalam bentuk operasional nyata serta memiliki output yang terukur, seperti Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN PASTI) dengan menajamkan intervensi dari hulu melalui prioritas mencegah lahirnya anak stunting, operasional Tim Pendamping Keluarga serta target Kinerja lainnya. Dengan melihat kondisi capaian pada Tahun 2021 serta tantangan ke depan dalam percepatan penurunan stunting, maka diselenggarakan Konsolidasi Bidang Advokasi dan Penggerakan Informasi Program Bangga Kencana Tahun 2022.

Pertemuan yang mengusung Tema “Kolaborasi Menggerakan Masyarakat untuk Cegah Stunting”, bertujuan untuk Menguatkan Komitmen, Penajaman dan Penyelarasan Strategi Operasional Kedeputian Bidang ADPIN dengan Perwakilan BKKBN Provinsi dalam Peningkatan Akses, Kualitas Pelayanan, Penggerakan Program Bangga Kencana dan Tim Percepatan Penurunan Stunting. Adapun rumusan dari materi-materi yang telah dipaparkan selama acara berlangsung, sebagai berikut:
• Visi Indonesia Maju 2019-2024 adalah “Pembangunan SDM menjadi kunci Indonesia ke depan. Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah. Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia yang unggul kedepan. Itu yang harus dijaga betul. Jangan sampai ada Stunting, kematian ibu, atau kematian bayi meningkat. Tugas besar kita disitu!”;
• Komitmen Pemerintah dalam menurunkan angka stunting menjadi 14% ditahun 2024, dengan mengeluarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, Peraturan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Nomor 12 tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2021-2024, Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting) periode 2018-2024, Panduan Satuan Tugas Percepatan Penurunan Stunting untuk Mendukung Percepatan Penurunan Stunting Daerah, serta Panduan Pelaksanaan Pendampingan Keluarga dalam upaya Percepatan Penurunan Stunting di tingka desa/kelurahan;
• Dalam upaya mendorong penurunan stunting, perlu melibatkan mitra kerja Pentahelix yang berkomitmen bersama pemerintah menjangkau sasaran keluarga berisiko stunting melalui program penggalangan 1000 mitra untuk 1000 HPK. Serta pengembangan potensi dan partisipasi mitra yang diarahkan pada Program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) yang langsung menyasar intervensi spesifik dengan mengoptimalkan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kampung KB bersama TPPS Desa dan TPK.
• Untuk meningkatkan pelaksanaan percepatan penurunan stunting di lini lapangan perlu pengelolaan, pembinaan dan pemantauan kinerja dari TPPS, SATGAS, dan TPK sesuai dengan tugas dan fungsi masing masing Tim. TPPS sebagai tim percepatan penurunan stunting melaksanakan fungsi pelaksana PPS di setiap tingkatan wilayah yang di bantu oleh satgas stunting dalam pelaksanaan koordinasi, fasilitasi perencanaan program dan kegiatan PPS di kecamatan sampai dengan desa/kelurahan dengan memastikan seluruh kegiatan pelayanan intervensi sensiitf dan intervensi spesifik masuk dalam rencana kerja pemerintah daerah dan pemerintah desa. PKB/PLKB sebagai mitra TPK untuk memastikan pelaksanaan pendampingan berjalan dengan baik sekaligus memberikan solusi terhadap kendala teknis yang di alami oleh TPK dalam melakukan tugas.
• Tingginya angka stunting di Indonesia sangat mengkhawatirkan generasi mendatang. Oleh karena itu diperlukan penurunan target yang cukup signifikan di tahun 2024 dan membutuhkan upaya optimal dalam menanganinya. Salah satunya adalah dengan penyajian data yang berkualitas. Peningkatan kualitas data Pendataan Keluarga tahun 2021 (PK21) melalui verifikasi dan validasi data keluarga berisiko stunting, Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia (PBDKI), dan implementasi Sistem Informasi Keluarga (SIGA) nantinya divisualisasikan menggunakan dashboard terpadu yang dapat mensinergikan data dan informasi yang akurat dan akuntabel. Hasil data tersebut dapat menjadi backbone untuk kebijakan maupun intervensi berdasarkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga melalui Pusat Pengendali Data Stunting dalam strategi nasional percepatan penurunan stunting di Indonesia.
• Untuk mendukung dan mensukseskan pelaksanaan program Bangga Kencana, khususnya percepatan penurunan stunting Kedeputian Adpin melalui Dittekda melakukan langkah transformasi digital dengan melakukan perubahan dan redesign data center program bangga kencana dari on premise menjadi cloud computing.
• BKKBN sejak tahun 2020 telah implementasi cloud Computing terutama untuk PK dan SIGA serta aplikasi aplikasi cretical, melihat perkembangan IT yang semakin masif Kementerian kominfo melalui Direktorat layanan aplikasi pemerintah telah memberikan resource Cloud di Pusat Data Nasional untuk penguatan SIGA dan PBDKI tahun 2022.
• Pengembangan Aplikasi program Bangga Kencana di lingkungan BKKBN harus berpedoman pada SPBE BKKBN dan SIGA sebagai aplikasi khusus dengan platform open source menuju satu data BKKBN yang mensupport satu data indonesia.
• Penguatan Infrastruktur sarana prasarana IT di seluruh tingkatan wilayah menjadi suatu keniscayaan yang harus di penuhi karena perubahan lingkungan strategis serta kemajuan teknologi dan sistem pemerintahan.
• Pelaksanaan KIE dalam mensukseskan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting memerlukan gerak langkah yang sama dari Pusat, Provinsi hingga Kabupaten Kota. Materi KIE yang menarik, menyampaikan isi pesan yang audience-oriented serta pemilihan saluran yang tepat menjadi kunci dalam keberhasilan komunikasi perubahan perilaku. Saluran ini termasuk kegiatan kemitraan harus dimanfaatkan sebagai salah satu media efektif dalam mensosialisasikan Program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting.
• Kemampuan pengembangan materi KIE dengan berkearifan lokal harus jadi perhatian bersama untuk membuat audiens merasakan relevansi Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting dengan dirinya, keluarga dan lingkungannya.
• Pengawalan terhadap brand baru BKKBN harus terus dilakukan secara bersama agar terjadi internalisasi dalam lingkungan internal BKKBN dan dapat dikenali secara baik oleh masyarakat.
Diharapkan dengan adanya rumusan ini dapat menjadi referensi dalam pelaksanaan program dan kegiatan sampai dengan akhir tahun 2022 . Terakhir, dalam penutupannya Deputi Adpin BKKBN mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan solidaritas tim bidang ADPIN Pusat dan Perwakilan Provinsi khususnya bidang ADPIN untuk penguatan komitmen, penajaman dan penyelarasan strategi operasional Kedeputian Bidang ADPIN dengan Perwakilan BKKBN Provinsi dalam Peningkatan Akses, Kualitas Pelayanan, Penggerakan Program Bangga Kencana dan Tim Percepatan Penurunan Stunting. (CP)