BKKBN Jambi Tinjau Sasaran Proyek Prioritas Nasional Pemberdayaan Ekonomi Keluarga di Kampung KB Tanjung Jabung Barat

Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi meninjau Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) yang  menjadi sasaran Proyek Prioritas Nasional peningkatan pemberdayaan ekonomi keluarga bagi bagi Keluarga Akseptor KB Lestari dan Mandiri MKJP di Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, pada Kamis, 8 April 2022.

Kunjungan tersebut dilaksanakan di 2 (dua) wilayah Kampung KB, yaitu Desa Kampung Nelayan Kecamatan Tungkal Ilir dan Desa Dataran Kempas Kecamatan Tebing Tinggi. Pada kesempatan tersebut, Tim BKKBN Jambi yang diwakili Sub Koordinator Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, Ramadani J, SE, MM, menyampaian Peran UPPKA Dalam Kemandirian Ekonomi Keluarga dan Kontribusi Dalam Pencegahan Stunting serta Panduan Teknis Pembentukan Kegiatan Proyek Nasional (Pro-PN) UPPKA Keluarga Akseptor KB Lestari MKJP dan Mandiri MKJP.

Salah satu Ketua Kelompok UPPKA Melati Desa kampung Nelayan, Ibu Rahmah, menyatakan kelompok UPPKA Melati dengan usaha utamanya Batik telah berdiri sejak tahun 2020, namun ia sendiri sebelumnya telah memiliki usaha batik dengan label batik Rahmah. Berkat adanya kebijakan dari Bupati Tanjab Barat terkait penggunaan batik khas Tanjab Barat, terdapat peningkatan peningkatan penjualan Batik. Sementara itu, menurut penuturan Warsiti, Sebagian anggota kelompok UPPKA Dataran Kempas belum memiliki izin usaha (NIB, PIRT dan Sertifikasi Halal). Kelompok UPPKA Dataran Kempas memiliki usaha antara lain pembuatan sabun cuci piring, olahan jahe merah, seperti serbuk jahe dan panganan bubur jahe. Selain itu juga pengolahan pupuk kompos dengan memanfaatkan Kotoran Ternak dan Pelepah Sawit yang banyak ditemukan di Desa.

“Dani menjelaskan, untuk sertifikasi usaha maka langkah pertama yang dilakukan anggota UPPKA dapat mendaftar/pengurusan NIB dan sertifikasi wirausaha UPPKA, melalui situs https://oss.go.id. Syaratnya cukup mudah, hanya melengkapi KTP, KK, Foto dan Surat Keterangan Usaha dari Desa/Kelurahan, dan tidak dipungut biaya atau gratis.”

“Dani berharap dukungan dari pihak Desa/Kelurahan untuk membantu pengembangan kelompok UPPKA terutama dukungan kegiatan pertemuan kelompok rutin bulanan maupun bantuan pemasaran produk kelompok sehingga bisa dikenal luas di tingkat Kabupaten Tanjung Jabung Barat,” kata dia.

Selain anggota kelompok UPPKA, Tim BKKBN Jambi juga melakukan diskusi dan pertemuan dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kepala Desa, Ketua PKK Desa dan Ketua Pokja Kampung KB (*/rdj)