UPPKS Melati Upaya Mempromosikan Batik Khas Tungkal

Selasa, 19 Mei 2020 Kampung Nelayan, dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga khususnya keluarga Pra-Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I yang sering dikenal istilah UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera) telah dilaksanakan pembinaan poktan terkait mempromosikan batik khas tungkal pada UPPKS Melati. Program tersebut merupakan program pemberdayaan ekonomi keluarga yang dikembangkan melalui usaha ekonomi mikro dengan sasaran keluarga. Kampung Nelayan merupakan Kampung KB Kecamatan Tungkal Ilir yang memiliki beberapa pokja (kelompok kerja) yang salah satunya adalah pokja seksi ekonomi yang berkolaborasi bersama poktan (kelompok kegiatan) UPPKS Melati mempromosikan batik khas tungkal berupa batik cap maupun batik tulis.

Batik khas tungkal identik dengan gambar hewan laut, seperti kepiting, kerang, udang gala maupun ikan cempakol yang hanya ada di daerah tungkal. Tak heran karena tungkal sendiri berada di daerah dekat laut. Banyak warna batik yang diproduksi mulai dari warna merah, biru, kuning, bahkan pencampuran warna lainnya seperti warna pelangi. Proses produksi batik masih menggunakan alat dan bahan yang sederhana. Alat yang digunakan pun terbatas meskipun begitu tidak mengurangi kreativitas pengrajin batik ini, bahkan pengrajin batik terkadang berkreasi sendiri dengan batik tulis untuk membuat sketsa batik. Bahan yang digunakan untuk memproduksi batik diperoleh dengan membeli secara online.

Pengrajin batik di tungkal hanya ada dua, salah satunya batik UPPKS Melati ini yang dipelopori oleh Bu Rahma sebagai ketua kelompok UPPKS sendiri. Semula batik khas tungkal ini hanya dipromosikan saat ada bazar saja, sekarang masyarakat dapat memesan batik ini melalui media sosial baik itu instagram maupun whatsapp Bu Rahma sendiri. Promosi batik khas tungkal ini akan selalu dilakukan untuk mengenalkan batik asli Indonesia khususnya batik tungkal kepada generasi penerus bangsa dan masyarakat sekitar. (rffs)