Geliat Usaha UPPKA Kampung KB Mawar, Berbagai Kue Tradisional hingga Kue Kekinian

Salah satu anggota kelumpok UPPKA,  Sunifa hampir 15 tahun telah membuat usaha kue tradisional. Usahanya dimulai dari menitip ke beberapa warung  yang berada di seputaran daerah Jambi Selatan. Setiap hari usaha ini mampu memproduksi sekitar 230 kue untuk di titipkan ke beberapa warung. Setidaknya saat ini dia telah mampu membuat sekitar 12 jenis kue tradisional. Mulai dari risol, dadar gulung, srikaya sampai putu ayu. Harganya Pun cukup bersahabat hanya Rp 1.000 per kue.

Harga yang  ditawarkan untuk kue buatan Sunifa adalah Rp. 1.000 harga untuk konsumen sedangkan untuk dititipkan ke warung hanya Rp 800. Semenjak tergabung ke kelompok UPPKA  Mawar binaan kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) dan BKKBN serta DPPKB Kota Jambi, UPPKA kue tradisional ini semakin berkembang. Pasarnya tidak lagi hanya sebatas menitipkan ke warung saja, tapi juga mulai membuat snack book.

Asmidar yang merupakan ketua Kelompok UPPKA Kampung KB Mawar menuturkan dalam memasarkan produknya, para anggota kelompok UPPKA juga menggunakan akun sosial media. “Untuk dapat bertahan di masa pandemi corona, mau tidak mau kami juga dalam memasarkan produknya menyesuiakan dengan kondisi dan perkembangan zaman, antara lain memanfaatkan jaringan sosial media” tuturnya.  Tak ketinggalan  usaha kue tradisional milik Sunifa, juga sudah mulai merambah digital marketing dengan memanfaatkan sosial media facebook dan instagram.

Nasarudin pembina wilayah kampung KB mengatakan, dimana salah satu pokja kita adalah membina pelaku UMKM yang ada di sana untuk lebih berkembang. Selain itu UMKM ini juga mulai kebanjiran pesanan untuk beberapa event. Selain itu untuk lebih memperkenalkan produk UMKM binaan BKKBN , UPPKA juga mengikuti beberapa event, salah satunya adalah pameran produk dengan bekerjasama dengan TB. Gramedia Jambi.

“Kita selalu rutin melakukan kunjungan untuk pembinaan dan juga memfasilitasi pelatihan peningkatan kapasitas produksu, salah satunya kita juga bekerjasama dengan Balai Latihan Kerja dan Produktifitas  Provinsi Jambi.” ujarnya.

Anggota kelompok lainnya, Wuri yang juga mempunyai label salsabila cake, berhasil membuat berbagai motif batik di atas media kue seperti brownies, roti gulung dan sebagainya. Motif batik yang biasanya dituangkan di media kain, namun ditangan Ibu dua anak ini bisa tampak indah di media kue. Selain batik, Wuri juga mahir membuat puding dengan hiasan bunga di dalamnya. Sekilas seperti bola kristal yang biasanya dijadikan hiasan di atas meja. Selain bentuknya menarik untuk urusan rasa, kue buatan Wuri ini juga memliki rasa yang enak. Produknya juga telah dikenal dan sering dipesan di berbagai instansi pemerintah.

Tak hanya terampil membuat kue batik, Wuri juga menerima pesanan kue basah lainnya, tumpeng, kue kering,  kue nampan sampai jajanan pasar. Harganya pun cukup bersahabat, untuk kue batik dibanderol mulai dari Rp 35 ribu, sedangkan jajanan pasar dihargai mulai dari Rp 1.000. (rmd).