Geliat Kampung KB Talang Pelita di bawah Komando Rambo Mestong

Rambo Mestong, begitulah sapaan akrab Rusman, Kepala Desa Tanjung Pauh Talang Pelita Kecamatan Mestong. Sejak dibentuk tahun 2017, kampung KB Talang Pelita telah mendapatkan beberapa kali pembinaan dan penyuluhan. Kelompok kerja yang berisi beberapa seksi dan anggota juga telah disahkan melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Desa.

Dengan menggandeng Bidang Pengendalian Penduduk, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) melakukan pembinaan dan penguatan lanjutan serta bimbingan teknis program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana atau disingkat Bangga Kencana di desa tersebut kemarin (22/7).

Dalam sambutannya, Rusman menyatakan bahwa semenjak dibentuknya Desa Talang pelita menjadi Kampung Keluarga Berencana atau yang familiar disebut dengan Kampung KB, desa tersebut perlahan mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Status desa tersebut juga telah berubah, dari desa tertinggal menjadi desa berkembang. Intervensi lintas sektor juga mulai melirik desa tersebut sehingga mengikis tingkat pengangguran. Program dan kegiatan yang diarahkan di kampung KB juga telah merubah pola pikir beliau selaku pemangku kepentingan dan kebijakan. “Dulu target saya, warga harus punya anak banyak karena penduduk kami masih sedikit. Tapi sekarang saya tahu bahwa banyak itu tidak cukup, yang terpenting adalah kualitas penduduk,” ujar Rusman.

Pengelolaan Kampung Keluarga Berencana yang saat ini telah berubah menjadi Kampung Keluarga Berkualitas sebagaimana Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 843.4/2879/SJ tanggal 15 April 2020 tentang Intensifikasi Kampung Keluarga Berkualitas, bertujuan untuk meningkatkan kualitas penduduk dari berbagai aspek. Adapun yang menjadi prioritas garapan di setiap kampung KB diantaranya : penanggulangan stunting, penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), penurunan kebutuhan berKB yang tidak terpenuhi (unmet need), peningkatan kesertaan berKB (CPR), dan penurunan angka kemiskinan.

Materi bimbingan yang disampaikan oleh Yuniarti, SE, M.Ec selaku pengelola bidang pengendalian penduduk menekankan pada area perubahan BKKBN dan peran fungsi program Bangga Kencana dalam penggarapan pemberdayaan masyarakat di kampung KB tersebut. Beliau juga menyampaikan bahwa kesuksesan pengelolaan Kampung KB ditentukan oleh peran serta seluruh warga. “Setiap seksi dan anggota di kelompok kerja juga harus proaktif dan terlatih, sehingga pelaksanaan program bangga kencana dapat terlaksana dan terkelola dengan baik.” tegas wanita yang akrab dipanggil Yuni ini.

Dalam diskusi yang bergulir, setiap seksi kelompok kerja (pokja) menyatakan telah mengidentifikasi masalah sehingga intervensi yang akan digulirkan disesuaikan dengan kebutuhan kampung. Namun, anggota pokja tetap mengharapkan bimbingan dan penyuluhan lanjutan dan berkesinambungan. Warga juga menyampaikan yang masih menjadi kelemahan dalam pencapaian kesertaan berKB non jangka panjang yang masih rendah. Metode hormonal seperti pil dan suntik 3 (tiga) bulan masih menjadi pilihan terbanyak. Untuk itu, edukasi kepada warga tentang metode jangka panjang perlu terus digalakkan. (adh).