DP3APKB KOTA PARIAMAN belajar SIGA Ke Jambi

Jambi, 6 November 2020 – Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi kedatangan tamu dari Dinas PP, PA, dan KB Kota Pariaman, Sumatera Barat. Di Koordinatori oleh Kepala Bidang Dalduk, Dra. Berlianyanti, Tim DPP3AKB disambut oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi Munawar Ibrahim, S.Kp, M.PH dan Tim. Bertempat di aula Balatbang Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Munawar menyampaikan bahwa SIGA ini merupakan program andalan Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi saat ini. “SIGA ini merupakan system yang akan terus kami terapkan di Jambi, dan ibu Rossi merupakan andalan kami untuk pengelolaan SIGA. Beliau yang mengawal SIGA ini dari awal, semoga apa yang Tim Kota Pariaman butuhkan bisa didapat hari ini dengan pendampingan oleh tim Datin Provinsi.” Ujar Munawar.

Kabid Dalduk DP3APKB Kota Pariaman menyampaikan pula bahwa “sebenarnya kami sudah ingin berkunjung ke Jambi sejak bulan Juli lalu, namun dikarenakan situasi saat ini yang masih dalam kondisi pandemik dan juga kegiatan dari Perwakilan BKKBN Provinsi Sumbar yang masih cukup padat sehingga belum bisa mendampingi kami saat ini.”

Didampingi oleh Sub Koordinator Bidang Data dan Informasi, Tim DP3APKB Kota Pariaman berkunjung ke Balai Penyuluhan Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi. Disana Koordinator PLKB Kecamatan Kota Baru, Dra. Nurasiah menjelaskan tentang tata pengelolaan data SIGA yang dilakukan di Kota Jambi selama dua tahun belakangan. Tata cara pengelolaan data ini dianggap efektif, karena melibatkan setiap level pengelola data mulai dari sumber data seperti bidan untuk pelayanan KB dan kader untuk pembinaan POKTAN. Untuk petugas entry laporan ke aplikasi SIGA, Provinsi Jambi menempatkan 2 orang operator SIGA di setiap kecamatan yaitu Operator SIGA – PELKON dan Operator SIGA DALLAP. Petugas ini lah yang bertanggung jawab dalam penginputan laporan secara online dan tepat waktu.

Operator SIGA Kecamatan Kota Baru, Apdariza menyampaikan bahwa “tidak mudah memang menjalani system SIGA ini di awal-awal peralihan, karena sangat berbeda dengan system R/R yang lama yang hanya berdasarkan data rekap. Namun seiring berjalannya waktu, kami merasakan bahwa manfaatnya cukup terasa, kami memiliki data mikro by name by address yang jatuhnya memiliki ke validan data yg tinggi.” Ditambahkan oleh sub Koordinator Bidang Datin Provinsi, Rossi Yanne, S.Psi, MA “Evaluasi awal kami dari Provinsi di Triwulan pertama menjalankan SIGA ini adalah mindset teman-teman petugas lapangan, teman-teman dilapangan terbiasa dengan data rekap sementara SIGA sifatnya mikro, detail. Hal ini yang hingga saat ini masih kami coba benahi secara perlahan, termasuk bidan-bidan praktek mandiri agar mereka melaporkan hasil pelayanannya sendiri, tidak lagi direkap oleh puskesmas.”

Setelah berdiskusi mengenai pengelolaan data SIGA di Balai Penyuluh, rombongan menuju Kelurahan Kenali Asam Bawah untuk mengunjungi Kampung KB dan rumah Dataku yang dikelola oleh PKB/PLKB Kecamatan Kota Baru bekerjasama dengan warga setempat dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, seperti CSR PT. Pertamina dan SCR PT. Indofood cabang Jambi. (rs)