Artikel: Ciri-ciri Awal Masa Kanak-Kanak

Judul

Ciri-ciri Awal Masa Kanak-Kanak

Isi

Hurlock (1980) menerangkan bahwa awal masa kanak-kanak mulai dari umur 2 (dua) sampai dengan 6 (enam) tahun. Pada umumnya orang berpendapat bahwa masa kanak-kanak merupakan masa yang terpanjang dalam rentang kehidupan. Masa kanak-kanak dimulai setelah melewati masa bayi yang penuh ketergantungan, yaitu kira-kira usia 2 (dua) tahun sampai saat matang secara seksual. Berikut ini ciri-ciri pada awal masa kanak-kanak:


 


1.      Usia yang mengundang masalah atau usia sulit



Masa bayi sering membawa masalah bagi orang tua dan umumnya berkisar pada masalah perawatan fisik bayi, sehingga sering terjadi masalah perilaku yang menyulitkan. Perilaku tersebut diantaranya bandel, keras kepala, tidak menurut, negativistis, melawan, dan temper tantrum (seringkali marah tanpa alasan). Pada malam hari terganggu oleh mimpi buruk dan pada siang hari ada rasa takut yang tidak rasional, dan merasa cemburu.


 


2.         Usia mainan



Sebagian besar waktu pada saat ini dihabiskan dengan bermain. Penyelidikan tentang permainan anak menunjukkan bahwa bermain dengan mainan mencapai puncaknya pada tahun-tahun awal masa kanak-kanak, kemudian menurun saat anak mencapai usia sekolah. Ketika masuk sekolah, anak-anak juga melakukan permainan dalam bentuk olahraga dan permainan lainnya. Mainan merupakan unsur yang penting dari aktivitas bermain mereka.


 


3.         Usia prasekolah



Anak-anak mulai dipersiapkan untuk menghadapi tugas-tugas pada saat mereka mulai mengikuti pendidikan formal. Masa ini disebut juga dengan masa persiapan, yaitu anak-anak disiapkan secara fisik dan mental (harapan dan tekanan) untuk mengikuti pendidikan formal. Biasanya anak dititipkan di tempat-tempat perawatan, taman indria atau taman kanak-kanak.


 


4.         Usia kelompok



Masa dimana anak-anak mempelajari dasar-dasar perilaku sosial sebagai persiapan bagi kehidupan sosial yang lebih tinggi yang diperlukan untuk penyesuaian diri pada waktu mereka masuk pendidikan formal.


 


5.         Usia menjelajah



Rasa ingin tahu (Curious) yang besar menjadikan anak-anak ingin mengetahui dan mengeksplorasi keadaan lingkungannya, bagaimana mekanismenya, bagaimana perasaannya, dan menjadi bagian dari lingkungan.


 


6.         Usia bertanya



Salah satu cara untuk menjelajahi lingkungan adalah dengan bertanya. Rasa ingin tahu pada alam, lingkungan sekitar diterjemahkan anak-anak melalui pertanyaan “mengapa begini dan mengapa begitu” serta “apa ini dan apa itu”.


 


7.         Usia meniru



Yang paling menonjol dalam periode ini adalah meniru (membeo) pembicaraan dan tindakan orang lain. Anak cenderung mencontoh (modelling) perilaku yang dilakukan orangtua dan orang-orang di sekitarnya. Anak laki-laki mencontoh yang dikerjakan ayahnya, sedangkan anak perempuan mencontoh yang dikerjakan oleh ibunya.


 


8.         Usia kreatif



Anak cenderung menunjukkan kreativitasnya dalam bermain selama masa kanak-kanak dibandingkan dengan masa-masa lain dalam kehidupannya. Imajinasi, kemampuan abstraksi (berkhayal) cenderung dituangkan dalam kreativitas bermain. (Ris).


 


 


 

JudulInggris

 

IsiInggris

 

Kategori

BkkbN

TanggalArtikel

4/3/2012

Attachments

Created at 5/22/2012 4:44 PM by SharePoint Administrator
Last modified at 5/22/2012 4:44 PM by SharePoint Administrator