Cegah Stunting, BKKBN Jambi Gelar Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelola PRO-PN

Jambi – BKKBN: Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, menggelar workshop dengan tema “Peningkatan Kapasitas bagi Pengelola PRO-PN” pada hari Selasa – Jumat (10-13/9). Acara ini diselenggarakan berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2018, tentang Kesehatan dan Gizi masyarakat serta penurunan stunting yang menjadi salah satu proyek prioritas Nasional.

Pada tahun 2019, Kabupaten Tanjung Jabung Timur termasuk dalam salah satu kabupaten yang harus dan mendapatkan intervensi pencegahan dan penanggulangan stunting. Hal inilah yang menjadi terselenggaranya workshop tersebut. Workshop ini diikuti oleh 35 peserta yang berasal dari penyuluh, kader Bina Keluarga Balita (BKB) dan bidan perwakilan Desa di Tanjung Jabung Timur yang mengalami permasalahan stunting dan 8 orang CPNS BKKBN TA 2018 dengan formasi PKB. Workshop ini dilaksanakan selama 4 hari mulai tanggal 10-14 September 2019 di hotel Ratu. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Endang Rikmawanti S.Pd selaku Kepala Bidang KSPK BKKBN Provinsi Jambi.

Ketua Pelaksana acara, Novita Sari S.Pd dalam laporannya menyampaikan bahwa workshop ini merupakan rangkaian dari kegiatan proyek prioritas nasional yang digunakan sebagai wadah untuk meningkatkan skill dan pengetahuan penyuluh dan kader Bina Keluarga Balita (BKB) untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan kejadian stunting sebagai wujud mempersiapkan generasi emas Indonesia.

Masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama (stunting) atau bisa disebut tubuh pendek terjadi sejak bayi dalam kandungan sampai anak umur dua tahun. Stunting atau tumbuh kembang yang tidak sesuai dengan usia anak disebabkan karena kurangnya pengetahuan ibu hamil terhadap pentingnya asupan gizi selama masa kehamilan hingga usia anak 2 tahun atau 1000 hari pertama kehidupan anak. Dampak dari malnutrition yang terjadi pada periode ini bersifat permanen dan berjangka panjang.

Peningkatan kualitas anak dalam Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) diselenggarakan di kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) dengan melakukan berbagai kegiatan, salah satunya adalah penyuluhan media komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) oleh kader BKB kepada orangtua.

Novita Sari S.Pd, menyampaikan setidaknya ada dua faktor utama penyebab stunting, yaitu faktor nutrisi dan gizi dan faktor pola asuh. Oleh sebab itu para peserta workshop/kader BKB dihimbau untuk dapat mengkampanyekan tentang pendewasaan usia perkawinan, mengatur jarak kelahiran, serta pendidikan pra nikah karena keluarga berperan sebagai wahana utama dalam memberikan pengasuhan kepada anak, Keluarga memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila dan 8 fungsi keluarga, mulai dari fungsi keagamaan, fungsi sosial budaya, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi, serta fungsi pembinaan lingkungan.

Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam workshop ini antara lain pemberian materi terkait program Bina Keluarga Balita Holistik Integratif (BKB HI), BKB regular , materi penyuluhan modul BKB emas, petunjuk cara pengisian KKA yang benar untuk para penyuluh, kader dan mitra terkait, petunjuk pengisian kalender pengasuhan 100 HPK dan pengenalan alat permainan edukatif (APE).

Pada hari kedua hingga hari keempat kegiatan workshop dilakukan simulasi beberapa kegiatan yang dapat meningkatkan pengetahuan penyuluh, kader dan mitra terkait seperti simulasi permainan ular tangga BKB emas yang terdiri dari 6 pertemuan yaitu: perencanaan hidup berkeluarga, menjaga kesehatan fisik dan mental ibu hamil, pembiasaan PHBS, praktek simulasi pada periode 1000 HPK, menimgkatkan peran ayah dan anggota keluarga lainnya, dan pengasuhan tanggap (Responsive). Permainan simulasi peran BKB regular yang terdiri dari 13 pertemuan. Dalam permainan ini para peserta dibagi menjadi 13 kelompok dan masing-masing kelompok bertugas untuk memberikan penyuluhan kepada peserta yang lainnya sesuai dengan topik yang dipilih.

Dengan adanya kegiatan workshop ini, diharapkan semakin meningkatnya pengetahuan dan skill para penyuluh dan kader dalam memberikan penyuluhan sehingga kasus stunting di beberapa wilayah di provinsi Jambi dapat diatasi dan dicegah dengan baik. Selain itu, setelah kegiatan ini berlangsung diharapkan edukasi mengenai pengasuhan dapat menjadi cara terbaik untuk membekali para orangtua agar memiliki kemampuan mengasuh dan membina anak dengan baik demi mencapai tumbuh kembang anak yang optimal. Karena pengasuhan yang benar bisa membentuk kualitas seorang anak yang dapat dinilai dari proses tumbuh kembangnya.