Peningkatan Kapasitas Pengelola Proyek Prioritas Nasional (PRO-PN) dalam Rangka Penurunan Prevalensi Stunting Tahun 2021

Senin, 20 April 2021, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Munawar Ibrahim, S.Kp., MPH membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelola Proyek Prioritas Nasional (PRO-PN) dalam Rangka Penurunan Prevalensi Stunting Tahun 2021 di Hotel Ratu Kota Jambi. Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 (tiga) hari 20 s/d 22 April 2021, bertujuan untuk memberi pembekalan terutama kepada Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan Kader BKB sebagai perpanjangan tangan Program Bangga Kencana yang akan mengeksekusi pelaksanaan kegiatan intervensi pencegahan stunting melalui kelompok BKB selanjutnya.

Dalam sambutannya, beliau berharap kepada seluruh peserta yang hadir bahwa program ini betul-betul bisa bermakna dan langsung diterapkan agar bisa mengejar ketinggalan dari sisi kualitas sumber daya manusia terutama keluarga yang mempunyai anak di bawah usia 2 (dua) tahun dan ibu hamil pada lokasi fokus (lokus) stunting yang telah ditetapkan pemerintah daerah melalui SK Bupati/Walikota mengenai dasar penetapan lokus tahun 2021. Hal ini dikarenakan permasalahan stunting bukan hanya akan menghambat pertumbuhan saja, tetapi dampaknya jauh daripada itu, akan mempengaruhi tingkat kecerdasan, menimbulkan kerentanan terhadap penyakit, menurunkan produktivitas, menghambat pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kemiskinan serta kesenjangan.

Beliau juga menambahkan bahwa melalui kelompok kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB), diharapkan ibu hamil dan keluarga yang mempunyai anak usia 0-2 tahun khususnya bisa memberikan stimulasi yang tepat sesuai dengan usia anak, merubah pola fikir dalam pengasuhan serta dapat memantau perkembangan anak melalui Kartu Kembang Anak (KKA), tentunya melalui bantuan PKB/PLKB dan Kader BKB di lapangan khususnya di lokus stunting.

Turut hadir menjadi narasumber melalui sarana virtual Webex Meeting, Direktur Balita dan Anak BKKBN RI, Safrina Salim, SKM., M.Kes memberi informasi terkait kebijakan BKKBN dalam intervensi stunting, yaitu dalam hal Penyediaan Data Keluarga Berisiko Stunting meliputi Penapisan kesehatan reproduksi bagi calon pengantin/calon PUS, Penapisan ibu hamil, Penapisan keluarga terhadap ketersediaan pangan, pola makan dan asupan gizi, Penapisan keluarga dengan PUS pasca persalinan dan pasca keguguran, Penapisan keluarga terhadap pengasuhan balita, Penapisan keluarga terhadap kepemilikan sarana jamban dan air bersih, dan Penapisan keluarga terhadap kepemilikan sarana rumah sehat; Pendampingan Keluarga Berisiko Stunting, meliputi penyuluhan, fasilitasi pelayanan rujukan, dan fasilitasi penerimaan program bantuan sosial; Pendampingan calon Pengantin/Calon PUS, meliputi pendampingan 3 (tiga) bulan pranikah sebagai bagian dari pelayanan nikah, surveilans keluarga berisiko Stunting, dan unit kasus Stunting. Untuk itu, beliau juga berharap nantinya Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi bisa menfasilitasi koordinasi lintas sektor dalam hal pendampingan di lapangan.

Sekaitan dengan itu, panitia pelaksana kegiatan Novita Sari, S.Pd., MM menyampaikan pada laporannya bahwa setelah kegiatan ini Perwakilan BKKBN Provinsi akan melaksanakan internalisasi dalam bentuk sosialisasi kepada semua sasaran yaitu keluarga baduta dan ibu hamil di semua lokus yang sudah ditetapkan. Dan sebagai upaya tindak lanjut, materi yang disampaikan dalam kegiatan ini diantaranya adalah terkait Isu Stunting dan Pencegahannya, Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak, Pengisian Kartu Kembang Anak (KKA) dan Stimulasi Penggunaan BKB KIT Stunting (BKB EMAS=Elimiasi Masalah Anak Stunting), wajib kembali disampaikan oleh PLKB dan Kader bersama OPD-KB Kota Jambi dan Kabupaten Tebo dan digunakan dalam kelompok BKB- HI di Lokus Stunting sebagai bentuk intervensi gizi sensitif BKKBN dalam rangka upaya preventif dan promotif. (nvs).