Wajib Tahu! 3 Isu Kesehatan Reproduksi Remaja Saat Ini

Seperti yang kita ketahui Pusat Informasi dan Konseling Remaja atau yang lebih dikenal dengan PIK-R adalah suatu wadah kegiatan PKBR (Pusat penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja) yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja serta kegiatan-kegiatan penunjang lainnya.

Masa remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Batasan usia remaja berdasarkan undang undang Republik Indonesia no 35 tahun 2014 dan peraturan Menteri Kesehatan no 25 tahun 2014 yaitu antara usia 10-24 tahun dan belum menikah.

Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi sehat (secara fisik, mental, serta sosial kurtural) yang menyangkut system, fungsi dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja.

Isu-isu Kesehatan reproduksi remaja saat ini antara lain :

  1. Kehamilan Tidak diinginkan (KTD)

KTD merupakan kehamilan saat dimana salah satu atau kedua belah pihak dari pasangan tidak menginginkan terjadinya kehamilan sama sekali atau kehamilan yang sebenarnya diinginkan tapi tidak pada saat itu. KTD disebabkan oleh pemerkosaan seks bebas atau seks pranikah, kepercayaan terhadap mitos seperti berhubungan seks sekali tidak akan menyebabkan kehamilan, dan minum alcohol dan lompat-lompat pasca berhubungan seksual dapat menyebabkan sperma tumpah kembali sehingga tidak akan menyebabkan kehamilan. Ada beberapa karakteristik remaja yang berpotensi menyebabkan terjadinya KTD yaitu krisis identitas atau pencarian identitas diri, sehingga pengaruh lingkungan yang tidak baik dan kurangnya informasi yang benar menyebabkan permasalahan termasuk KTD. Adapun dampak dari KTD pada remaja antara lain :

  • Tekanan psikologis anksi sosial
  • Putus sekolah
  • Kerentanan terjadinya gangguan pada Kesehatan organ reproduksi
  • Perasaan malu
  • Sensitive atau mudah marah
  • Peningkatan kasus aborsi

Bila ada penyebab maka ada pencegahan sebagai berikut, peran orang tua yang membekali anak dengan dasar moral dan agama, peran pendidik/guru yang menciptakan kondisi sekolah yang nyaman dan aman bagi siswa, peran media yang bertanggung jawab menyajikan tayangan yang layak untuk ditonton bagi remaja, serta peran remaja itu sendiri yang berhati-hati dalam bergaul dan memilih teman, karena bisa jadi teman dekat yang dapat menjerumuskan untuk melakukan seks bebas seehingga berujung pada KTD. Bagaimana bila sudah terjadi KTD? Pertama sebaiknya beritahu kehamilan pada orang yang dipercaya, terutama keluarga (orang tua) kedua belah pihak; tetap mempertahankan kehamilan; bagi mereka yang mengalami KTD, dukungan lingkungan sangat diperlukan; serta untuk para remaja, mulailah untuk bertanggung jawab terhadap diri sendiri karena masa depan berada ditangan remaja itu sendiri.

  1. Aborsi

Aborsi merupakan pengeluaran janin dari uterus secara sengaja atau spontan, sebelum kehamilan berusia 22 minggu. Di Indonesia praktik aborsi dilarang oleh UU, KUHP, fatwa MUI, dan majelis tarjih Muhammadiyah. Hanya saja aborsi di Indonesia masih tinggi, yang Sebagian besar dilakukan para remaja. Kurangnya Pendidikan tentang sex, pengawasan orang tua hingga pergaulan bebas menjadi faktor terpenting terjadinya hamil diluar nikah yang berujung aborsi.

  1. Kekerasan seksual

Komnas Perempuan mengenali 3 dari 14 bentuk kekerasan seksual, yaitu:

Pemerkosaan

Pemaksaan seksual yang diarahkan pada bagian seksualitas seseorang dengan menggunakan organ seksual (penis) ke organ seksual (vagina), anus atau mulut, atau dengan menggunakan bagian tubuh lainnya yang bukan organ seksual atau benda-benda lainnya.

Pelecehan seksual

Tindakan seksual yang disampaikan melalui kontak fisik maupun non fisik yang menyasar pada bagian tubuh seksual atau seksualitas seseorang, termasuk dengan menggunakan siulan, main mata, komentar atau ucapan bernuansa seksual.

Eksploitasi seksual

Merupakan bentuk pelanggaran mendasar terhadap hak-hak asasi termasuk reproduksi seseorang. Sedangkan eksploitasi seksual merupakan penyalahgunaan untuk tujuan seksual namun tidak terbatas, yang didalam nya bisa memperoleh keuntungan dalam bentuk uang, sosial maupun politik terhadap orang lain. (rmd).