BKKBN Jambi Gelar RAKORDA Perkuat Program Penurunan Angka Stunting

 

BKKBN Provinsi Jambi bersama Pemprov Jambi memperkuat program-program dalam upaya penurunan angka stunting khususnya di Provinsi Jambi.

Rabu (24/2), BKKBN Jambi menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Tingkat Provinsi Jambi bersama seluruh lintas sektor mitra kerja salah satunya dalam rangka percepatan penurunan stunting tahun 2021 di Provinsi Jambi.

Rakorda tersebut dibuka langsung oleh Penjabat Gubernur Jambi, Hari Nur Cahya Murni. Kegiatan digelar di Ruang Balatbang Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Munawar Ibrahim, S.Kp., MPH mengatakan dalam upaya penurunan stunting di Jambi khususnya, diperlukan sinergitas, integritas dan akselerasi serta komitmen para pemangku kebijakan dan mitra kerja, dalam peningkata penggerakan Program Bangga Kencana di seluruh tingkatan wilayah.

Sebab itu, Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi memerlukan koordinasi dan kolaborasi dari seluruh pemangku kebijakan (stakeholder) dan mitra kerja lainnya dan memperkuat program-program melalui program bangga kencana salah astunya melakukan intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. Intervensi gizi sensitif ditujukan kepada anak dalam 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), yang berkontribusi dalam penurunan stunting.

Munawar Ibrahim menjelaskan, saat ini sedang berlangsung pendataan keluarga, yang akan berlangsung 1 April sampai 31 Mei yang akan datang, salah satunya yang kita data angka stunting itu sendiri.

Sehingga pasca Mei 2021 ini kita akan tau berapa persisnya, ini juga tidak terlepas koordinasi kami dengan pihak dinas kesehatan terutama. Ada banyak rencana kegiatan dalam upaya penurunan angka stunting termasuk bekerja sama dengan pihak mitra, dan ada upaya-upaya gizi spesifik dan sesuai dengan indikasinya,: ujarnya.

Penjabat (Pj) Gubernur Jambi, SR. Hari Nur Cahya Murni mengatakan, keberhasilan penurunan prevalensi stunting butuh keseriusan dan komitmen pemerintah pusat – daerah dengan melibatkan kerja sama multisektor yang terintegrasi, sehingga generasi cerdas untuk mewujudkan Indonesia sehat dan maju dapat terwujud.

ia menambahkan, kerjasama multisektor bisa juga dengan melibatkan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) untuk mendukung Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menangani stunting. Mengingat salah satu pendekatan strategis menurunkan stunting adalah melalui keluarga.

“Saat ini angka kelahiran total/Total Fertility Rate (TFR) Provinsi Jambi Tahun 2020 sebesar 2,49 anak dengan target penurunan menjadi 2,23 anak dan angka tingkat kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (unmet need) di Provinsi Jambi yang masih tinggi, sehingga dibutuhkan beberapa renstra yang tepat sasaran untuk penurunan angka unmet need tersebut. Pada kesempatan ini pula saya ingin menyampaikan beberapa arah kebijakan pembangunan keluarga, kependudukan dan KB pada tahun ini,” ujarnya saat membuka Rapat Koordinasi Daerah Program Bangga Kencana Tingkat Provinsi Jambi tersebut.

Dalam rangka mengurangi prevalensi stunting di Indonesia, PJ GUbernur Jambi menyampaikan pemerintah melakukan intervensi, yaitu intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif. intervensi gizi sensitif ditujukan kepada anak dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan berkontribusi dalam penurunan stunting.

Untuk Provinsi Jambi, dalam rentang waktu 2018-2021, sasaran keluarga terpapar 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebanyak 39.464 keluarga yang mempunyai baduta dan ibu hamil, sehingga diperlukan langkah penguatan program pembangunan keluarga dalam upaya mewujudkan keluarga berkualitas yang hidup dalam lingkungan yang sehat,’ jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, kehadiran Bappeda Provinsi Jambi dalam Rakorda ini sangat baik. “Mengingat BKKBN tidak bisa mengintervensi perencanaan pembangunan daerah, namun dengan adanya sinergi dan koordinasi, peranan BKKBN bisa lebih maksimal,”ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Raflizar mengatakan penangan stunting di Provinsi Jambi sudah cukup baik dengan rata-rata stunting 21,3 persen dan secara nasional berada pada peringkat ke lima nasional dalam penangan stunting.

“Alhamdulillah sekarang BKKBN juga mendukung program penangan stunting di Provinsi Jambi melalui Rakorda yang dilaksanakan hari ini sehingga semuanya tergugah untuk menangani persoalan stunting yang ada di Provinsi Jambi yang tidak bisa ditangani oleh satu pihak. Lokus stunting di Provinsi Jambi ada lima kabupaten/kota yakni Kabupate Kerinci, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Merangin dan Kota Jambi,” kata Raflizar. (hill).