Pentingnya Profil Kampung KB Percontohan

Istilah Kampung KB sudah tidak asing lagi bagi suluruh elemen masyarakat. Sejak pencanangan, Kampung KB telah dijadikan model miniatur pelaksanaan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana atau yang disingkat Banggakencana di tingkat desa atau kelurahan. Namun diperlukan penegasan tentang esensi Kampung KB yang bukanlah hanya milik BKKBN semata, akan tetapi milik bersama yang bersinergi dengan kementerian/lembaga, stakeholder dan mitra kerja terkait sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah.

Di Provinsi Jambi Kampung KB percontohan telah ditetapkan di setiap kabupaten/kota. Kampung KB percontohan diharapkan menjadi rujukan bagi kampung KB lain dalam hal pengelolaan dan pengoptimalan potensi yang ada di dalam suatu wilayah atau kampung. Menyikapi keberagaman Kampung KB percontohan yang ada, maka Bidang Pengendalian Penduduk Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi menyelenggarakan pertemuan dengan agenda penyusunan profil kampung KB percontohan (21/9).

Dalam kesempatan tersebut, hadir seluruh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kependudukan Keluarga Berencana Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi beserta kader kelompok kerja (pokja) kampung KB percontohan yang ada diwilayahnya. Pertemuan dibuka secara langsung oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Inyah Yulikah, S.Psi, M.Sc. “Profil Kampung KB ini sangat penting. Profil ini digunakan sebagai alat/sarana untuk mendapatkan data maupun informasi baik dalam proses perencanaan, pelaksanaan maupun hasil serta dampak atas Kampung KB terhadap target sasaran” jelas wanita paruh baya yang akrab disapa Iin ini.

Pertemuan yang dilaksanakan selama 1 (satu) hari tersebut menyajikan materi tentang panduan penyusunan profil Kampung KB percontohan. Yuniarti, SE, M.Ec selaku pelaksana kegiatan menyampaikan materi secara jelas dan detil tentang sistematika dan substansi profil yang telah ditetapkan Direktorat Perencanaan Pengendalian Penduduk BKKBN. “Gambaran potensi lokal, permasalahan pengelolaan, informasi solusi yang direncanakan atau yang sudah dilakukan menjadi bagian penting dalam suatu profil Kampung KB.” papar Yuni. Selain itu beliau juga menjelaskan penyusunan profil ini dijadikan sarana dalam pengembangan informasi mengenai perkembangan pembentukan dan pengelolaan Kampung KB percontohan.

Penyusunan profil ini melibatkan beberapa personil yang tergabung dalam tim. Sebagaimana format laporan pada umumnya maka sistematika penulisan profil ini juga terdiri atas beberapa bab dan diakhiri dengan lampiran. Selain pengelola Kampung KB Percontohan di tingkat kabupaten/kota Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi juga berkewajiban menyusun profil yang memuat seluruh kampung KB percontohan yang ada di Provinsi Jambi.

Buku profil yang telah disusun bukan dijadikan sebagai dokumen semata. Akan tetapi harus disosialisasikan dalam bentuk seminar, orientasi maupun penyebaran buku baik yang dicetak atau dalam softfile. Melalui sosialisasi tersebut, para pemangku kepentingan dapat mengetahui perkembangan pengelolaan Kampung KB percontohan. Selain itu dengan penyebarluasan profil diharapkan akan mendapatkan input yang positif dalam upaya peningkatan kesejahteraan keluarga serta menuju Kampung Keluarga Berkualitas. (adh).