Cegah Stunting, BKKBN Jambi Beri Pembekalan Kepada Kader dan Petugas Lapangan

Stunting adalah kondisi  gagal tumbuh atau tubuh pendek pada anak balita yang disebabkan kekurangan gizi kronis. Demikian pentingnya masalah ini, sehingga pencegahan stunting merupakan salah satu Proyek Prioritas Nasional (Pro-PN), dimana BKKBN melakukan intervensi melalui pengasuhan dan tumbuh kembang anak dengan sasaran utama baduta dan Ibu Hamil. Kabupaten Merangin dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat merupakan lokus stunting di Provinsi Jambi pada tahun 2020 dengan sasaran 10 Desa pada masing-masing Kabupaten.

Guna meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam pencegahan stunting, BKKBN Jambi mengadakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelola Pro-PN Angkatan I. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Munawar Ibrahim, S.KP, MPH bertempat di Hotel Shang Ratu, Kota Jambi, Senin, 07 September 2020. Dalam sambutan dan arahannya Munawar menyampaikan bahwa angka stunting di Provinsi Jambi berdasarkan data Riskesdas tahun 2013 cukup tinggi yaitu sebesar 39,1. Walaupun angka stunting Provinsi Jambi sudah turun menjadi 30,1% pada tahun 2018, namun angka ini masih menunjukkan angka yang cukup tinggi diatas rata-rata WHO sebesar 20%. Dilanjutkannya, kondisi ini sangat ironis jika kita lihat kondisi indonesia yang subur, tongkat dan batu jadi tanaman, berarti ada sesuatu yang salah. Oleh karena itu, BKKBN melalui kelompok kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB) mengajak orang tua atau keluarga yang mempunyai anak usia 0-2 tahun (Baduta)  meningkatkan pengetahuan dalam pengasuhan dan tumbuh kembang anak untuk mencegah stunting.

Sementara itu, Novita Sari, S.Pd, MM selaku Ketua Panitia menyatakan kegiatan peningkatan kapasitas Pro-PN yang dilaksanakan merupakan rangkaian kegiatan lanjutan dari Pro-PN Pencegahan Stunting. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman bagi pengelola Pro PN berjumlah 25 orang dari yaitu PKB/PLKB dan Kader BKB Desa Stunting, Pelaksana Program BKB di OPD-KB Kabupaten Merangin dan Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi. Selanjutnya, Analis Kebijakan Ahli Madya Bidang KSPK, Dra. Sri Banun Saragih menyampaikan materi tentang Program Pembangunan Keluarga.  Penguatan keluarga melalui pengasuhan anak usia dini sangat penting dalam pembentukan karakter anak karena kesalahan dalam pengasuhan akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Pengasuhan yang baik dilakukan dengan  pemberian gizi seimbang, stimulasi yang tepat dan kasih sayang yang optimal sejak awal mulai dari dalam kandungan sampai anak berusia 2 tahun atau yang dikenal dengan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelola Pro-PN Angkatan I ilaksanakan selama 4 (empat hari) mulai tanggal 7 September sampai dengan 10 September 2020,  dengan tetap memperhatikan physical distancing (menjaga jarak fisik) pada masa pandemi covid 19. Adapun materi yang disampaikan yaitu: Mekanisme kegiatan BKB di lapangan, Penggunaan Kartu Kembang Anak (KKA) yang menjadi bukti catatan perkembangan anak dalam kelompok BKB dan ini jg menjadi bukti bahwa kegiatan BKB berjalan atau tidaknya, kemudian 7 Aspek perkembangan anak yang distimulasi dengan Alat Permainan Edukatif (APE), Stimulasi Penggunaan BKB KIT Stunting (BKB EMAS = Eliminasi Masalah Anak Stunting), Cara Menggunakan Buku Administrasi di kelompok BKB dan cara menyusun rencana kegiatan. Adapun angkatan II direncanakan dilaksanakan pada minggu III September 2020 dengan sasaran pengelola Pro PN pada 10 Desa lokus stunting di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. (rmd).