BKKBN Jambi Gelar Webinar Antisipasi Baby Boom Pada Masa Pandemi Covid-19

Isu mengenai baby boom menjadi topik hangat dan banyak diperbincangkan sejak adanya pandemi Covid-19 dan sejak pemerintah menghimbau untuk stay at home atau work from home, yang mengharuskan interaksi yang lebih lama bagi keluarga di dalam rumah yang berpotensi terjadinya kehamilan.

Untuk merespon hal tersebut, Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi menggelar Webinar Antisipasi Baby Boom Pada Masa Pandemi Covid-19. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (19/5) menggunakan aplikasi Webex. Hadir sebagai narasumber dari Direktur Kespro BKKBN, sekaligus Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, PKMI Provinsi Jambi dan PD IBI Provinsi Jambi. Kegiatan ini diikuti sekitar dua ratus peserta dengan berbagai latar belakang.

Plt. Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Mukhtar Bakti, SH., MA, menyampaikan bahwa hasil pelayanan KB di bulan Maret (masa covid 19) dibandingkan   bulan   Februari terjadi penurunan jumlah pelayanan KB   secara   nasional   dari   masing- masing jenis alokon.

“Strategi KB alternatif selama masa darurat pandemi Covid-19 dapat menggunakan alat kontrasepsi jangka pendek, seperti, pil, suntik, dan kondom, dengan tujuan pasangan usia subur terlindungi oleh KB sehingga dapat mencegah baby boom.“ Ungkap Mukhtar Bakti dalam sambutannya.

Strategi lain yang dilakukan BKKBN adalah dengan menggerakkan secara aktif pola KIE yang gencar untuk dapat memberikan pemahaman tentang tetap perlunya peyananan KB dengan menerapkan prosedur pencegahan Covid-19. Juga dengan memberdayakan peran Penyuluh KB/Petugas Lapangan KB untuk berperan aktif dalam penggerakan pelayanan KB pada masa pandemi Covid-19.

Selanjutnya, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Oki Permana, SKM, M.Kes menyampaikan bahwa pada situasi pandemi Covid-19 diharapkan setiap Pasangan Usia Subur (PUS) dapat mengakses pelayanan Keluarga Berencana sehingga tetap terlindungi oleh alat kontrasepsi, terjaga keselamatan dan kesehatannya. Begitu pula dengan tenaga kesehatan yang tetap dapat memberikan pelayanan KB. Pada kondisi pandemi ini diharapkan Pasangan Usia Subur (PUS) terutama PUS dengan 4 Terlalu (4T) diharapkan tidak hamil sehingga petugas kesehatan perlu memastikan mereka tetap menggunakan kontrasepsi. Untuk itu, dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, pelayanan tetap dilakukan tetapi dengan menerapkan prinsip pencegahan pengendalian infeksi dan physical distancing.

Dr. dr. Herlambang, Sp.OG-KFM, selaku Ketua PKMI Provinsi Jambi menyampaikan metode dan alat kontrasepsi sebagai langkah antisipasi baby boom pada masa pandemi Covid -19. Kontrasepsi atau atau Birth Control merupakan suatu metode atau alat yang digunakan untuk mencegah kehamilan. Faktor-Faktoryang menjadi penentu pemilihan kontrasepsi antara lain efektivitas, kenyamanan, ketersediaan, kepuasan, kepercayaan pribadi dan keagamaan, durasi perlindungan, pengaruh terhadap kepuasan seksual, harga, reversiblility, efek samping dan risiko, perlindungan terhadap PMS dan frekuensi hubungan seksual.

Hj. Suryani, S.Pd., MPH, ketua PD IBI Provinsi Jambi mengungkapkan komitmen IBI dalam mendukung dan memfasilitasi anggota dalam keberlanjutan pelayanan KB di era pandemi covid-19 melalui beberapa acara, yaitu melakukan komunikasi dan koordinasi dengan  pengurus di berbagai tingkatan secara berkala dengan virtual meeting, memantau anggota IBI bila ada yang terdampak Covid-19, mengupayakan bantuan bagi bidan untuk keberlangsungan pelayanan Keluarga Berencana, melakukan advokasi kepada berbagai stakeholders untuk memperoleh dukungan dan bantuan bagi anggota IBI dan mendistribusikan panduan / pendoman pencegahan dan pelayanan KIA & KB pada situasi pandemi Covid -19. (hds)