ANTUSIASME ORANGTUA IKUTI KEGIATAN KELOMPOK BINA KELUARGA BALITA (BKB)

Jambi – Bina Keluarga Balita (BKB) merupakan kegiatan khusus yang mengelola tentang pembinaan tumbuh kembang balita atau anak usia dini melalui pola asuh yang benar berdasarkan kelompok umur yang dilaksanakan oleh kader yang memiliki fungsinya masing-masing dalam struktur kelompok kegiatan.  BKB bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua atau keluarga yang memiliki balita tentang pola asuh tumbuh kembang balita atau anak usia dini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Perkembangan Keluarga yang menjadi dasar hukum Program BKB . Adanya program BKB juga bertujuan untuk mewujudkan kualitas sumber daya manusia. Melalui pemahaman dan kepedulian keluarga dalam pengasuhan tumbuh kembang balita diharapkan mampu mencetak generasi masa depan yang berkualitas dan berdaya saing.

Bertempat  di Desa Tanjung Senjulang (17/02), kelompok BKB Bunga Tanjung gelar pertemuan kelompok kegiatan yang dilaksanakan tanggal 17 setiap bulannya. Kegiatan yang terintegrasi dengan PAUD dan Posyandu ini dihadiri oleh sejumlah 15 orang tua balita dengan kelompok umur 4 sampai dengan 5 tahun yang memberikan layanan dari sisi kesehatan, pendidikan, dan pola pengasuhan tumbuh kembang anak. Kegiatan Ini diawali dengan layanan kesehatan yaitu pemberian vitamin A dan konsultasi pemenuhan gizi balita kemudian dilanjutkan dengan penyululuhan berkaitan dengan pola asuh anak yang dilanjutkan dengan diskusi antara orangtua dan narasumber berkaitan dengan pola pengasuhan anak untuk memaksimalkan tumbuh kembang balita sebagai generasi penerus bangsa. Peserta yang hadir sangat antusius untuk mengikuti pertemuan tersebut.

Antusiasme orangtua anggota kelompok BKB juga terlihat di BKB Dahlia Desa Pembengis, Kecamatan Bram Itam. Kelompok BKB yang terintegrasi dengan Paud dan Posyandu Kenanga, menggelar pertemuan kelompok kegiatan (17/02) yang dihadiri oleh lebih dari 30 orang tua yang memiliki balita. Dimulai pada jam 7.30 WIB, kegiatan diawali dengan melakukan stimulasi gerak halus dan kasar balita melalui Alat Permainan Edukatif (APE) sesuai kelompok Umur 4 sampai 5 tahun dan dilanjutkan dengan pelayanan kesehatan dan gizi untuk anak usia dini.

Apresiasi para orangtua sangat positif di dalam kegiatan ini, begitu juga dengan anak-anak, sangat senang belajar sekaligus bermain melalui instrumen APE. Ibu Siti Jubaedah yang berperan sebagai Bunda PAUD sekaligus sebagai salah satu kader BKB Dahlia memberikan penyuluhan kepada orangtua balita mengenai perkembangan kecerdasan anak melalui instrumen APE. Melalui APE, diharapkan keluarga balita lebih tergerak lagi untuk rutin hadir pada pertemuan BKB. (LYQ)