BKKBN Gelar FGD Pembinaan dan Fasilitasi Pelaksanaan PKBR

Jambi – Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Selasa (03/03), mengadakan kegiatan Focus Group Discussion Pembinaan dan Fasilitasi Pelaksanaan PKBR (Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja) bertempat di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kelompok Kegiatan (Poktan) Bina Keluarga Balita (BKB), Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R), Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) se Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Mukhtar Bakti, S.H., M.A., menyampaikan bahwa periode emas seorang anak adalah pada usia di bawah 5 tahun, tepatnya dimulai pada usia 0 hari dalam masa kandungan sampai usia 2 tahun. Pada periode usia ini, otak manusia berkembang pesat sampai dengan 80%, maka dari itu perlu perencanaan hidup berkeluarga sesuai siklus awal kehidupan manusia, dimulai dari masa remaja yaitu dengan merencanakan hidup berkeluarga hingga menikah, memiliki generasi penerus, masa remaja, masa dewasa hingga menjadi lansia tangguh.

Dalam rangka menghadapi bonus demografi 2045, Pemerintah fokus dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas dan mampu menghadapi tantangan perubahan zaman. Kader Poktan sebagai penghubung antara pemerintah, selaku pemangku kebijakan dan masyarakat luas diharapkan dapat menularkan informasi serta ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Poktan sebagai wadah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mulai dari pola pengasuhan dan tumbuh kembang anak usia dini melalui BKB, bagaimana meletakkan pengetahuan pada remaja sesuai zamannya melalui BKR, informasi mengenai perencanaan kehidupan berkeluarga dan kespro remaja PIK R dan menekan angka pengguran dengan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri melalui Poktan UPPKS dengan memanfaatkan komoditi lokal di sekitar tempat tinggal.

Salah satu perwakilan poktan yang hadir, kader Poktan UPPKS Green Family dari Kecamatan Bram Itam, menyampaikan bahwa sejauh ini mereka sudah sangat produktif di dalam pemanfaatan komoditi lokal yang berupa olahan jahe merah dan pisang, mulai dari proses penanaman, panen, pengolahan hingga pengemasan menjadi produk jadi yang bisa langsung dikonsumsi. Olahan dan produk-produk UPPKS Green Family juga sudah bisa dijumpai di pasaran. Kegiatan ini dirasakan manfaatnya dalam meningkatkan pendapatan keluarga.

Pertemuan ini juga menggandeng mitra kerja, salah satunya dari Badan Permodalan PNM (Permodalan Nasional Madani) Cabang Kabupaten Tanjung Jabung Barat, sehingga diharapkan dapat menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi kader poktan di lapangan, serta dapat menularkan kembali ilmu tersebut pada anggota poktan lainya serta masyarakat luas demi terwujudnya Indonesia Emas tahun 2045 melalui sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. (Lyq)