BKKBN AJAK SIAPKAN GENERASI EMAS UNTUK MENURUNKAN STUNTING

Jambi – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jambi, Selasa, (3/3), bertempat di Kantor DP3AP2KB Kabupaten Tanjung Jabung Barat menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Materi dan Media Pro PN  Penyiapan Generasi Emas dalam rangka penurunan Stunting kepada 46 orang peserta yang terdiri dari seluruh Biro Kesramas, Camat, Tim Penggerak PKK Kecamatan, dan Penyuluh KB se- Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Mukhtar Bakti dalam sambutannya menyampaikan bahwa BKKBN telah bertranformasi dengan logo baru, tagline baru serta program yang baru yaitu Program BANGGAKENCANA (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana). Melalui program yang baru, BKKBN tidak semata mengurusi pelayanan Keluarga Berencana (KB), tetapi juga fokus kepada Pembangunan Keluarga. Ditambahkannya, pembangunan keluarga merupakan tanggung jawab bersama, sehingga perlu kebijakan dan intervensi dari setiap tingkatan mulai dari Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota hingga di tingkat desa termasuk dari Camat dan Tim Penggerak PKK Kecamatan. Melalui tagline baru “Berencana itu keren”, BKKBN fokus pada generasi milennial dan zillenial dengan harapan remaja-remaja memiliki perencanaan untuk masa depannya.

Untuk menurunkan stunting, diperlukan intervensi gizi dari masing-masing instansi, antara lain dengan mendorong pemberian ASI Eksklusif, dan penyediaan sanitasi yang baik karena sasaran utama stunting adalah ibu hamil dan bayi dua tahun (Baduta). Anak-anak yang diberikan ASI Eksklusif akan mempunyai daya tahan tubuh yang kuat sehingga nanti akan menjadi remaja yang produktif dan kelak akan menjadi lansia yang tangguh.  BKKBN berperan dalam penyiapan generasi emas dengan mengajak keluarga yang punya anak Balita untuk ikut kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB) dan Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja.

Sementara itu Kepala Bidang KSPK, Sri Banun Saragih menyatakan perlunya penanaman dan pembentukan  nilai karakter melalui 8 Fungsi Keluarga. Karakter perlu dibentuk sejak dini, karena usia dini merupakan masa-masa kritis yang akan menentukan sikap dan perilaku seseorang di masa yang akan datang. Penyiapan generasi emas dimulai dengan pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),  yaitu 270 hari dalam kandungan dan 730 hari setelah lahir.

Kasubbid BKB dan Anak, Novita Sari dalam pemaparannya menyampaikan Stunting tidak dapat diobati, stunting hanya dapat dicegah salah satunya melalui pengasuhan pada masa 1000 HPK. Stunting dapat dicegah antara lain dengan memberikan gizi seimbang kepada ibu hamil, memberikan stimulasi janin pada kandungan, memberikan ASI Eksklusif selama 6 Bulan, dan dilanjutkan dengan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) sampai dengan 2 tahun. Adapun jumlah target keluarga Baduta yang akan sasaran intervensi Stunting untuk Kabupaten Tanjung Jabung Barat pada tahun 2020 berjumlah 8.704 keluarga yang tersebar di sepuluh desa. Selanjutnya kepada peserta yang hadir, diharapkan bisa menyebarluaskan materi yang didapat kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing,” tutupnya. (rd)