PERWAKILAN BKKBN PROVINSI JAMBI SINKRONISASI SASARAN STRATEGIS PROGRAM BANGGA KENCANA BERSAMA OPD-KB PADA PRA RAKORDA

BKKBN Online – Jambi, 18 Februari 2020 bertempat di Hotel Abadi Suites, Ruang Anggrek sejumlah OPD-KB dari 11 Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi berkumpul memenuhi undangan dari Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi dalam rangka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda). Sebelum acara puncak yang akan di helat pada tanggal 19 Februari 2020, diadakan Rapat Pra Rakorda yang bertujuan untuk mengevaluasi capaian kinerja program Bangga Kencana yang telah tercatat dan terlaporkan pada bulan Januari 2020.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi Mukhtar Bakti, SH, MA menyampaikan bahwa banyak Pekerjaan Rumah yang harus Provinsi Jambi selesaikan dalam hal capaian Program Bangga Kencana. Salah satunya adalah angka Total Fertility Rate (TFR) Provinsi Jambi yang terus meningkat, yang mana berdasarkan Survey Kinerja Akuntabilitas Pemerintah (SKAP) TFR Provinsi Jambi sebesar 2,48 dimana artinya seorang Wanita Usia Subur di Provinsi Jambi memiliki jumlah anak rata-rata 2 – 3 orang. Selanjutnya yang harus menjadi perhatian khusus adalah angka putus pakai kontrasepsi di Provinsi Jambi yang menjadi tertinggi ke-2 se Indonesia. Melalui Rapat Koordinasi ini Kaper BKKBN Provinsi Jambi menggalang komitmen dari OPD-KB untuk bisa menyelesaikan PR ini.

Mukhtar mengatakan “bagaimana cara kita memperbaiki angka-angka ini? Strategi apa yang harus kita lakukan untuk bisa memperbaiki catatan-catatan merah ini? Disini kita bahas bersama.”

Dalam Pra Rakorda ini juga disampaikan capaian kinerja bulan Januari oleh Kabid Adpin, Yuslidar, SP. Secara keseluruhan capaian program Bangga Kencana di bulan Januari ini cukup baik, rata-rata capaian 90 persen. “Namun masih ada PR kita yang harus ditingkatkan, yaitu potensi Faskes KB yang masih kurang dari 50 persen dari basis data Statistik Rutin (SR). sehingga sangat dibutuhkan peran dari OPD-KB dan juga PLKB sebagai perpanjangan tangan BKKBN dilapangan untuk menggali potensi faskes yang ada di wilayahnya masing-masing dan mendaftarkan K/0 nya di aplikasi SIGA.” ungkap Yuslidar.

Selanjutnya, peserta diminta untuk berdiskusi tentang kegiatan-kegiatan strategis yang akan dilakukan sepanjang tahun 2020. Didampingi oleh pembina wilayah masing-masing kabupaten/kota berdiskusi rencana dan kegiatan strategis apa yang akan dilakukan untuk dapat mencapai target program Bangga Kencana di tahun 2020 ini. Dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing kabupaten/kota mempresentasikan hasil diskusinya. (ry)