Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi Gelar Refleksi Program KKBPK 2019 dan Quick Wins 2020

Jambi – Menyongsong pergantian tahun baru 2020, Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Selasa (07/01) mengadakan pertemuan Refleksi Program KKBPK 2019 dan Quick Wins 2020 di Ruang Kelas Latbang Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi. Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Pejabat pengawas, Pejabat administrator di Lingkungan Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi dan Kepala Dinas OPD KB Kab/Kota se-Provinsi Jambi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka silaturahim awal tahun sekaligus memperkenalkan rebranding BKKBN dan wajah baru struktural Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, membahas capaian program kerja pada tahun 2019 serta menentukan arah program yang akan dilaksanakan pada tahun 2020.


Dalam sambutannya , Mukhtar Bakti, S.H., M.A., selaku kepala perwakilan memperkenalkan logo baru BKKBN dan tagline BKKBN terbaru “Berencana itu Keren” yang konsen program di 1000 HPK (hari pertama kehidupan) sekaligus memperkenalkan wajah baru struktural Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi yaitu Kabid Dalduk yaitu Insyah Yulika, S.Psi., M.Sc, yang sebelumnya sebagai Kasubbid Bina Ketahanan Remaja, Kabid Latbang Endang Rikhmawanti, S.Pd yang sebelumnya sebagai Kabid KS/PK, dan Kabid KS/PK digantikan oleh Dra. Sri Banun Saragih yang sebelumnya sebagai Kabid Dalduk dilanjutkan perkenalan oleh masing-masing perwakilan OPD KB di 11 Kabupaten dan Kota se-Provinsi Jambi.

Penyampaian evaluasi program kerja tahun 2019 di awali dengan pemaparan Kasubbid Datin yaitu Rossi Yane, S.Psi., MA yang menyampaikan tentang data capaian dan pelayanan KB pengendalian program hingga November 2019. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa masih ada kecamatan di beberapa kabupaten daerah yang tidak melaporkan laporan hasil pelayanan kontrasepsi dan pengendalian lapangan di Sistem Informasi Keluarga (SIGA). Tren pencapaian KB Aktif Juli hingga November tahun 2019 menunjukkan bahwa kontrasepsi suntik menjadi tren KB aktif di setiap kabupaten/kota, dan hanya ada 3 kabupaten dengan capaian KB aktif suntik diatas 70% serta peserta aktif MKJP di setiap kabupaten masih belum mencapai 75% dari PPM (Perkiraan Permintaan Masyarakat).
Kepala OPD KB Kabupaten Merangin menanggapi bahwa sinyal bukan kendala untuk pelaporan yang tidak ada, tetapi ada beberapa oknum dikarenakan keterbatasan SDM dan semangat kerja yang kendor. Perwakilan OPD KB Kabupaten Tanjung Jabung Barat menyampaikan bahwa SDM yang terbatas dan wilayah kerja yang luas dengan jarak antar kecamatan jauh menjadi kendala selama ini, maka dari direncanakan pada tahun 2020 akan meningkatkan motivasi kerja para motivator PKB di lapangan dengan meningkatkan honor dan penandatanganan pakta integritas.


Kegiatan selanjutnya yaitu Evaluasi Bidang dan Pemaparan Quick Wins Tahun 2020 oleh masing-masing bidang. Bidang Dalduk oleh Kabid Dalduk menjelaskan bahwa realisasi penyerapan anggaran Bidang Dalduk tertinggi, mencapai 96, 05 %. Saat ini ada satu kabupaten yang belum sinkronisasi (penyerasian) kebijakan pembangunan daerah dengan kebijakan pengendalian kuantitas penduduk, permasalahan muncul karena pergantian pejabat di Kabupaten/Kota, dukungan anggaran masih kurang dan minim komitmen dan pengetahuan SDM. Salah satu kegiatan strategis Bidang Dalduk yaitu intensifikasi kampung KB yang sudah bekerja sama dengan lintas sektor baik itu pemerintah maupun perusahaan. Pemaparan selanjutnya dilakukan oleh Bidang KSPK, Bidang Adpin, Bidang Sekretariat dan Bidang Latbang. Pada pertemuan ini dibagikan pula formulir rencana tindak lanjut kepada masing-masing OPD KB yang berisi permasalahan dan solusi tentang pelaksanaan program KKBPK. Diharapkan nantinya dapat mendukung peningkatan daya saing program KKBPK, peningkatan kualitas sumber daya manusia pada program di tahun 2020 dan mengatur pengaturan secara ketat pelaksanaan kegiatan yang menjadi prioritas nasional. (rffs)