BKKBN dan BNN Sinergi Lawan Narkoba

Jambi – Pertemuan rutin kelompok kerja Kampung KB Buluran Kenali yang biasanya dilakukan di wilayah kampung KB kali ini berbeda karena diadakan di taman rekreasi yang tengah dikembangkan menjadi tujuan wisata baru Kota Jambi, bertempat di Danau Sipin Taman Wak Kocai. Kegiatan pertemuan pokja Kampung KB pada Kamis (28/11) yang berkolaborasi dengan BNN Jambi ini bukan hanya menjadi agenda pertemuan rutin, namun sekaligus menjadi ajang silaturahim antara anggota kepengurusan Pokja kampung KB untuk mempererat keakraban. Pertemuan ini diharapkan dapat memacu kinerja anggota pengurus pokja Kampung KB dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga serta pembanguanan sektor terkait menuju terwujudnya penduduk tumbuh seimbang dan keluarga kecil berkualitas.
“Pokja Kampung KB kali ini fokus kepada progam Tiga Pilar Kerja BNN yaitu pencegahan dan pemberdayaan, rehabilitasi, dan tindakan hukum”, kata Latifah, S.Sos,. M.H, Kepala Seksi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat BNN Jambi yang menjadi nara sumber.
Menurut beliau, berdasarkan survey yang diadakan pada tahun 2018, Provinsi Jambi berada dalam zona merah yaitu 10 besar provinsi tertinggi dalam penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu dibutuhkan perhatian dan antisipasi untuk pencegahan penyalahgunaan narkoba sedari dini.
Dengan adanya acara ini diharapkan anggota pokja Kampung KB bisa menjadi penggerak masyarakat dalam melawan narkoba, serta mengenali apa itu narkoba, bentuk, efek dan bahaya yang ditimbulkannya. Dengan semakin banyaknya masyarakat menjadi kader anti narkoba maka akan makin kecil pula peluang narkoba masuk didalam kehidupan masyarakat.
Kader sebagai ujung tombak yang dekat dengan masyarakat diharapkan dapat memberikan informasi mengenai bahaya penyalahgunaan obat-obatan melalui penyuluhan terhadap masyarakat khususnya orang tua, sehingga diharapkan orang tua dapat menjadi sahabat bagi anak anak sebagai fungsi dari deteksi dini dalam mengantisipasi penyebaran narkoba. Masyarakat tidak perlu khawatir untuk melaporkan kejadian terkait narkoba di wilayah sekitarnya, karena berdasarkan PP No. 25 tahun 2015 mengenai jaminan perlindungan bagi pelapor kejadian terkait narkoba, tambah Latifah, S.Sos,. M.H.
Selain itu lanjut beliau, penyalahgunaan obat obatan bukan hanya pada morfin, ganja atau sabu-sabu yang telah dikenal luas oleh masyarakat, namun segala bentuk zat yang menimbulkan efek ketergantugan dapat juga digolongkan ke dalam penyalahgunaan. Zat-zat yang dimaksud seperti yang terdapat dalam kandungan lem (mabuk lem), bahan bakar kendaraan, obat obatan yang dijual secara bebas di masyarkat bahkan jamur yang tumbuh pada kotoran sapi. Oleh karenanya, orang tua perlu waspada dan memberikan perhatian khusus karena anak-anak sangat rentan terkena pengaruh narkoba.
Pokja Kampung KB, khususnya Kampung KB Buluran Kenali diharapkan kedepannya bisa semakin aktif didalam semua kegiatan yang positif supaya daerahnya semakin baik dan maju di setiap lini pembangunan dan semakin unggul kualitas sumber daya manusianya. (LYQ)