Gizi Remaja, Penentu Masa Depan

Jambi – Penyuluh Keluarga Berencana Kecamatan Alam Barajo mengadakan kegiatan tribina pada hari Rabu (27/11) di Rumah Data Kampung KB Maju Bersama. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Lurah Kenali Besar, Bapak Hamdani, S.H., dan kelompok kegiatan Tribina yang meliputi BKB, BKR dan BKL. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tribina kali ini, Ibu Insyah Yulikah,S.Psi.,M.Sc. yang merupakan Kasubbid Bina Ketahanan Remaja di Bidang KS/PK Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi.
Dalam kegiatan kali ini, disampaikan materi tentang kesehatan gizi remaja. Dewasa ini, banyak remaja yang lebih memilih mengkonsumsi makanan cepat saji tanpa memperhatikan kandungan gizi dari makanan tersebut. Padahal kandungan gizi dalam makanan sangat penting bagi remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan. Fenomena pertumbuhan pada masa remaja menuntut kebutuhan gizi yang tinggi agar tercapai potensi pertumbuhan secara maksimal karena nutrisi dan pertumbuhan merupakan suatu hal yang saling berhubungan.


Selain karena pertumbuhan, kebutuhan gizi yang tinggi juga sangat diperlukan khususnya bagi remaja perempuan. Hal ini dikarenakan remaja perempuan membutuhkan zat besi lebih banyak karena setiap bulannya mengalami menstruasi. Gizi tambahan diperlukan agar tidak terjadi anemia zat besi pada remaja perempuan. Anemia dalam jangka panjang akan berdampak buruk bagi remaja perempuan dan juga anaknya kelak. Defisiensi zat besi yang berlanjut bahkan jika sampai perempuan tersebut hamil maka akan berisiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah (BBLR).
Menurut Kasubbid BKR Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Ibu Insyah Yulikah,S.Psi.,M.Sc., kebutuhan gizi juga harus mulai diperhatikan pada masa 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK). Masa ini dimulai sejak dari fase kehamilan (270 hari) hingga anak berusia 2 tahun (730 hari). 1000 HPK merupakan periode emas bagi tumbuh kembang seorang anak. Oleh karena itu, masa 1000 HPK ini perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam pemberian gizi yang baik dan seimbang sehingga tercapai pertumbuhan yang optimal.
Kegiatan tribina ini ditutup dengan sesi tanya jawab dimana para kelompok kegiatan sangat antusias dan aktif dalam memberikan pertanyaan. Kasubbid BKR BKKBN Provinsi Jambi mengajak seluruh ibu-ibu yang hadir dalam kegiatan untuk selalu memperhatikan gizi anak-anaknya serta memberitahukan informasi yang didapatkan kepada keluarganya. Di samping itu, ibu dan anak juga harus memiliki pandangan yang sama bahwa gizi itu sangat penting. Para poktan tribina diharapkan menggalakkan kembali gerakan kembali ke meja makan agar dapat makan bersama dan saling berbagi cerita satu sama lainnya sehingga meningkatkan keharmonisan suatu keluarga. (aa)