BKKBN dan BNN Provinsi Jambi Perangi Narkoba di Kampung KB

Jambi – Penyuluh Keluarga Berencana Kecamatan Jambi Timur melakukan pertemuan rutin Pokja Kampung KB Batanghari II di Kelurahan Sijenjang pada hari Kamis (26/09). Pertemuan kali ini, PKB Kecamatan Jambi Timur, melakukan kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional dalam rangka sosialisasi STOP NARKOBA. Kegiatan pertemuan Pokja Kampung KB ini dihadiri sebanyak dua puluh orang yang terdiri atas kader pokja Kampung KB Batanghari II, tokoh informal setempat dan perwakilan PIK-R Mawar.

Hadir Kasi P2M BNN Kota Jambi, Ibu Latifah, S.Sos, M.H. dan Bapak Sukril S.Pd, M. Pd, perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Jambi sebagai narasumber. Kegiatan dibuka oleh Bapak Drs. Lukman selaku Koordinator PKB Kecamatan Jambi Timur dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan materi penyalahgunaan narkoba oleh narasumber.

Latifah menerangkan bahwa Provinsi Jambi menempati urutan ke-4 dari 34 Provinsi untuk kasus penyalahgunaan narkoba dan menempati urutan kedua tertinggi kasus penyalahgunaan narkoba untuk wilayah Sumatera. Selain itu, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh BNN terjadinya peningkatan penyalahgunaan narkotika di kalangan milenial atau generasi muda sebesar 24 hingga 28 persen.

“Narkoba ini memiliki berbagai macam jenis dan para pengedarnya pun mempunyai banyak cara untuk mendekati si korban. Oleh karena itu, ibu-ibu harus mengetahui dengan siapa saja anak ibu bergaul atau kegiatan yang dilakukannya di luar rumah. Selain itu, Ibu-ibu harus peka terhadap perilaku anak di rumah, jika ada perubahan perilaku maka harus diawasi dan dicari tahu penyebabnya,” papar Latifah.

Setelah pemaparan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta yang hadir sangat antusias dan aktif untuk mengetahui lebih dalam terkait cara pencegahan terhadap narkoba, cara penanggulangan terhadap narkoba dan bagaimana cara mengetahui jika makanan yang dikonsumsi anak itu aman dari narkoba.

BNN mengajak segenap pihak yang terlibat di pertemuan ini untuk memerangi narkoba. Hal itu dilakukan agar tidak ada lagi kaum remaja yang mengkonsumsi narkoba selain itu untuk mewujudkan generasi muda yang berkualitas dan berencana sehingga dapat mewujudkan keluarga sejahtera. (rds)