Evaluasi Penggarapan Kampung KB di Kabupaten/ Kota

Jambi- BKKBN Online: BKKBN diberi mandat untuk dapat turut mensukseskan agenda proiritas Pembangunan Nasional (Nawacita) terutama Nawacita 3 (tiga), 5 (lima), dan delapan (8). Salah satu dari tiga agenda proiritas ini adalah Nawacita ketiga, yaitu membangun masyarakat dari wilayah pinggiran dengan Pembentukan Kampung KB pada tingkatan wilayah pemerintahan yang paling bawah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat yaitu RW/Dusun, yang pencanangannya untuk tingkat nasional telah dilaksanakan pada bulan Februari 2016 oleh Presiden RI, Ir. Joko Widodo.

Tujuan dibentuknya Kampung KB untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampong atau yang setara melalui Program Kependudukan, keluarga berencana dan Pembangunan Keluarga serta pembangunan sektor terkait dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas dan Program lintas sektoral lainnya secara utuh dan terpadu.

 

Untuk mendukung hal tersebut, Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi melaksanakan Bintek Program KKBPK dan Pokja Kampung KB di Kabupaten/Kota yang dilakukan secara bertahap mulai dari 3 Kabupaten pertama yaitu Kabupaten, Batanghari, Bungo dan Tebo yang dilaksanakan dari tanggal 24 -27 September 2019. Kegiatan ini diikuti oleh PKB/PLKB Pembina Pokja Kampung KB dan operator yang membantu pelaporan Kampung KB secara online.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk monitoring dan evaluasi perkembangan Kampung KB di Kabupaten/ Kota dan meningkatkan pemahaman bagi pengelola Kampung KB yaitu PKB dan operator tentang Aplikasi Pelaporan Kampung KB online yang nantinya mampu melaporkan semua kegiatan yang dilaksanakan di Kampung KB secara tepat waktu.

Kepala bidang Adpin Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Yuslidar, SP. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini Kampung KB belum memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan partisipasi keluarga dalam penggunaan kontrasepsi, hal ini terlihat dari hasil SKAP dua tahun terakhir. “ Capaian target tidak bergerak naik, angka unmet need masih belum turun, bahkan angka putus pakai cenderung tinggi, partisipasi keluarga dalam kegiatan Poktan juga masih belum maksimal, oleh karena itu perlu kerja sama seluruh elemen terkait khususnya PKB sebagai petugas lini lapangan untuk menghidupkan Kampung KB di wilayah masing- masing,” Ungkap Yuslidar dalam pembukaan kegiatan tersebut.  (tsan)