PENYULUH KB TURUN KE JALAN, BAGIKAN MASKER GRATIS UNTUK MASYARAKAT

Kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi dan sekitarnya, membuat kualitas udara menjadi tidak sehat. Berdasarkan Data Air Quality Monitoring System (AQMS) Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, menunjukkan bahwa kualitas udara pada pagi hingga sore hari berfluktuasi di atas baku mutu atau di atas batas tenggang. Hal ini berdampak pada banyaknya penduduk Kota Jambi yang terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Dinas Kesehatan Kota Jambi mengungkapkan penderita ISPA di Kota Jambi hingga pertengahan bulan September ini, tercatat sebanyak 16.000 kasus. Untuk mencegah bertambahnya penderita ISPA, khususnya di kalangan anak- anak, Pemerinta Kota Jambi telah mengambil kebijakan meliburkan dan mengurangi jam belajar bagi murid PAUD, TK, SD dan SMP.

Berangkat dari kondisi tersebut, Kamis (19/09) Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kota Jambi, yang bernaung di bawah Dinas PPKB Kota Jambi dan IPeKB Kota Jambi melaksanakan aksi sosial berupa pembagian masker secara gratis kepada masyarakat Kota Jambi di beberapa wilayah. Sasaran utamanya adalah para pengendara roda 2 dan roda 4 serta para pejalan kaki. Pada aksi bagi-bagi masker gratis ini, para PLKB tak lupa memberikan himbauan kepada para pengendara agar selalu menggunakan masker dan mengurangi aktifitas di luar ruangan, mengingat kondisi udara Jambi yang masih fluktuatif. Aksi ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Jambi khususnya Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Jambi.

Apdariza, salah satu PLKB yang turut membagikan masker kepada para pengendara mengatakan bahwa “udara Kota Jambi sudah masuk kategori berbahaya. Kami sebagai masyarakat dan juga Penyuluh KB merasa khawatir sekaligus peduli akan kesehatan masyarakat. Untuk itu kami berinisiatif untuk membagikan masker secara gratis kepada masyarakat.” Dengan adanya pembagian masker gratis ini kami berharap bisa mengurangi jumlah penderita ISPA akibat kabut asap dengan cara menghimbau masyarakat untuk menggunakan masker ketika beraktifitas diluar ruangan’’ lanjut Apdariza. (Ap)